29 September 2026 20:33
Sebanyak 108 penyintas gempa Flores di Nusa Tenggara Timur (NTT) dilaporkan meninggal dunia saat berada di lokasi pengungsian. Kematian ratusan korban tersebut tergolong sebagai dampak tidak langsung akibat penurunan kondisi kesehatan, penyakit komorbid, serta buruknya kondisi lingkungan pengungsian komunal.
Berdasarkan data Pemerintah Provinsi NTT, dari total 108 korban meninggal tidak langsung tersebut, sebanyak 48 orang meninggal di rumah, 25 di rumah sakit, 20 di posko pengungsian, dan 5 orang di Puskesmas. Sebaran kasus terbanyak berada di Kabupaten Manggarai dengan 44 orang meninggal, disusul Manggarai Timur 33 orang, Nagekeo 20 orang, Ngada enam orang, Sikka dua orang, Ende dua orang, dan Manggarai Barat satu orang.
Sekretaris Daerah Provinsi NTT, Fransiskus Sales Sodo, menjelaskan bahwa sebagian besar korban merupakan kelompok masyarakat rentan, seperti lansia dan anak-anak. Mereka terserang berbagai penyakit saluran pernapasan seperti pneumonia hingga diare akibat cuaca ekstrem serta lingkungan pengungsian yang berdebu dan bersanitasi kurang memadai.
"Dari 108 jiwa yang meninggal dengan status terdampak tidak langsung, paling banyak itu di Kabupaten Manggarai sebanyak 44 orang, dan paling sedikit di Kabupaten Manggarai Barat sebanyak satu orang," ujar Fransiskus dalam tayangan Metro Hari Ini Metro TV, Selasa, 29 September 2026.
Ia menambahkan bahwa interaksi fisik yang intensif di dalam tenda-tenda pengungsian komunal menjadi pemicu utama penyebaran penyakit.
"Mungkin karena aktivitas pengungsian dilakukan secara komunal inilah yang kemudian menyebabkan munculnya penyakit-penyakit komunal. Karena ada interaksi secara terus-menerus dalam situasi kondisi penampungan dengan sanitasi yang kurang begitu bagus mungkin ya, dan berdebu, kemudian malamnya sangat dingin, maka kelompok-kelompok seperti bayi, orang-orang tua yang sangat rentan itu juga kemudian terdampak," jelas Fransiskus.
Meski demikian, Fransiskus memastikan stok obat-obatan dan tenaga medis di lapangan sebenarnya mencukupi. Tim dinas kesehatan di daerah terdampak, seperti Kabupaten Manggarai, juga rutin menyisir tenda-tenda pengungsian secara bergerak (mobile) untuk memberikan penanganan medis.
Sebagai langkah jangka pendek, sebanyak tujuh kabupaten terdampak di NTT telah menetapkan masa transisi menuju pemulihan. Pemprov NTT bekerja sama dengan BNPB kini fokus melakukan pendataan untuk pemenuhan fasilitas perumahan, kesehatan, dan pendidikan dalam jangka waktu 90 hari ke depan.
"Dalam jangka pendeknya, sekarang ini tujuh kabupaten terdampak sudah menetapkan masa transisi menuju pemulihan, dan teman-teman di semua kabupaten sedang melakukan penyiapan kegiatan atau program untuk mengintervensi situasi yang terjadi saat ini," pungkasnya.