2 September 2026 17:03
Pekatnya kabut asap imbas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melumpuhkan aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Supadio Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Terbatasnya jarak pandang yang hanya mencapai 200 meter membuat seluruh proses lepas landas dan pendaratan dihentikan sementara demi keselamatan.
Manajer Operasi Bandara Supadio Pontianak, Muhammad Arifin, menjelaskan bahwa kondisi visibility saat ini berada jauh di bawah standar aman operasional penerbangan.
"Penerbangan yang terdampak, khususnya karena jarak pandang, visibility kita sementara ini di angka 200-an meter. Dampaknya, salah satu penerbangan Garuda Indonesia yang menuju Pontianak positioning-nya sekarang harus berbalik lagi ke Jakarta, atau secara operasi disebut Return to Base (RTB)," jelas Arifin dikutip dari Metro Hari Ini, Metro TV, Rabu 2 September 2026.