Pontianak Dikepung Kabut Asap, Jarak Pandang Kurang dari 1 Km

2 September 2026 14:02

Kota Pontianak, Kalimantan Barat, kini dalam kondisi siaga akibat kabut asap pekat yang menyelimuti wilayah tersebut sejak pagi hari. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kian meluas memaksa pemerintah meliburkan aktivitas sekolah guna melindungi kesehatan siswa.

Jarak pandang di pusat kota menurun drastis hingga kurang dari satu kilometer. Meski aktivitas masyarakat di jalan raya masih berjalan, sebagian besar warga kini wajib mengenakan masker, karena aroma asap yang menyengat dan mulai mengganggu pernapasan.

"Data satelit NASA SNPP dalam 24 jam terakhir mencatat adanya 113 titik api dengan tingkat kepercayaan tinggi. Sementara itu, satelit NASA Terra Aqua mendeteksi jumlah yang lebih besar, yakni mencapai 697 titik panas tersebar di wilayah Kalimantan Barat," kata Jurnalis Metro TV Heinrich Terra, dalam program Metro Siang Metro TV, Rabu, 2 September 2026.

Sementara itu, Kabupaten Kubu Raya dan Kabupaten Ketapang menjadi wilayah terdampak paling parah. Sulitnya akses menuju lokasi, terutama di Ketapang yang membutuhkan waktu tempuh 14 jam via darat, menjadi kendala utama petugas di lapangan.


Untuk menjinakkan api, Satgas Karhutla yang melibatkan personel TNI-Polri menempuh dua jalur pemadaman, yakni melalui darat dengan penyemprotan air dan melalui udara menggunakan helikopter water bombing. Namun, musim kemarau yang ekstrem membuat sumber air mengering.

"Salah satu inovasi yang diterapkan oleh Satgas Karhutla yang ada di Kalimantan Barat ini dengan membuat sumur bor. Mengingat saat ini di situasi kemarau ini membuat sumber air itu semakin kering sehingga diperlukan adanya sumur-sumur bor baru untuk bisa menciptakan salah satu sumber air agar bisa memadamkan karhutla yang ada di Kalimantan Barat," ujar Heinrich Terra dalam tayangan Metro Siang Metro TV, Rabu, 2 September 2026. 

Tantangan terbesar yang dihadapi petugas adalah kondisi lahan yang didominasi gambut 60 hingga 80 persen. Meskipun api di permukaan tampak sudah padam, bara api masih mengendap di kedalaman tiga hingga lima meter di bawah tanah. Bara tersembunyi ini sewaktu-waktu dapat kembali memicu titik api baru jika tertiup angin kencang.

Hingga berita ini diturunkan, petugas gabungan masih terus berjibaku di lapangan untuk memutus rantai penyebaran api dan meminimalisir dampak kabut asap yang kian mengkhawatirkan.

 

(Firny Firlandini Budi)


Close Ads X
Close Ads X