Antisipasi Karhutla, Semua Jalur Pendakian Gunung Ciremai Ditutup

Kondisi puncak di Gunung Ciremai, Kuningan, Jawa Barat. ANTARA/Fathnur Rohman.

Antisipasi Karhutla, Semua Jalur Pendakian Gunung Ciremai Ditutup

Nurul Hidayah • 2 September 2026 13:08

Kuningan: Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC) resmi menutup seluruh jalur pendakian ke Gunung Ciremai guna mengantisipasi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, penutupan seluruh jalur pendakian tersebut tertuang dalam surat bernomor PG.20/T.33/TU/KSA.02.02/B/08/2026 tentang Penutupan Sementara Aktivitas Wisata Alam Pendakian Gunung Ciremai dalam Rangka Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan Selama Musim Kemarau Tahun 2026.

Kebijakan ini didasarkan pada Surat Edaran Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Nomor SE.4/KSDAE/SKSDAE/KSA.02.02/B/08/2026 tertanggal 31 Agustus 2026 tentang Penutupan Sementara dan Pembukaan Secara Terbatas Wisata Pendakian Gunung di Kawasan Suaka Alam (KSA) dan Kawasan Pelestarian Alam (KPA).


Pos pendakian gunung ciremai jalur linggarjati. (MI)

Selain itu, kebijakan tersebut juga merujuk pada Surat Edaran Gubernur Jawa Barat Nomor 116/KH.02.04.03/ASDA EKBANG tanggal 30 Agustus 2026 tentang Larangan Pendakian Gunung atau Hutan di Wilayah Jawa Barat Selama Musim Kemarau.

Surat yang ditandatangani secara elektronik oleh Kepala BTNGC, Toni Anwar, pada 31 Agustus 2026 itu menetapkan penutupan jalur pendakian efektif mulai 6 September 2026. Sementara itu, layanan pemesanan daring (booking online) telah dihentikan sejak 1 September 2026.

Koordinator Urusan Data, Evaluasi, Pelaporan, dan Kehumasan Balai TNGC, Eska Nata Suryana, menjelaskan pihaknya masih memberikan toleransi bagi calon pendaki yang telah memesan tiket sebelum 1 September 2026 dengan jadwal pendakian hingga 5 September.

"Namun dengan pengawasan ketat," tutur Eska, Rabu, 2 September 2026.

Eska menjelaskan, tujuan penutupan sementara jalur pendakian ini utamanya untuk meminimalisir risiko terjadinya karhutla selama puncak musim kemarau, serta menjaga keutuhan ekosistem dan keselamatan pengunjung.

Selama musim kemarau tahun ini, tercatat sudah terjadi tiga kali insiden karhutla di kawasan tersebut dengan luasan dampak terparah mencapai 15 hektare. Berdasarkan analisis, pemicu kebakaran umumnya diduga berasal dari aktivitas manusia (human error).

"Indikasinya mungkin dari aktivitas manusia atau human error. Banyak faktor, karena memang kawasan kita berbatasan dengan tanah milik masyarakat, jadi apinya merembet ke kawasan," jelas Eska.

Saat disinggung mengenai batas waktu pembukaan kembali jalur pendakian, Eska mengungkapkan pihaknya belum dapat memastikan karena masih harus memantau perkembangan situasi di lapangan. BTNGC mengimbau masyarakat sekitar maupun wisatawan untuk selalu menaati aturan yang berlaku demi kelestarian alam bersama.

"Kami dari Taman Nasional Gunung Ciremai senantiasa mengimbau kepada masyarakat, khususnya yang berada di sekitar kawasan, untuk senantiasa bekerja sama dengan Taman Nasional dalam rangka memaksimalkan pencegahan kebakaran hutan," harap Eska.

Sebagai informasi, Gunung Ciremai terletak di wilayah Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Majalengka. Akses pendakian menuju puncak gunung ini dapat melalui lima jalur resmi, yakni jalur Linggajati, Linggasana, dan Palutungan di Kabupaten Kuningan, serta jalur Apuy dan Trisakti Sadarehe di Kabupaten Majalengka. 

(Lukman Diah Sari)