Antisipasi Kebakaran Hutan, Pendakian Gunung Tambora Ditutup Sementara

Arsip Foto - Para pendaki menikmati matahari terbit di puncak Gunung Tambora di wilayah Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). (ANTARA/Ady Ardiansah)

Antisipasi Kebakaran Hutan, Pendakian Gunung Tambora Ditutup Sementara

Lukman Diah Sari • 1 September 2026 19:01

Dompu: Pendakian Gunung Tambora di Taman Nasional (TN) Tambora, Nusa Tenggara Barat (NTB), ditutup sementara mulai Selasa, 1 September 2026. Kebijakan ini diambil menyusul peningkatan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada puncak musim kemarau.

Kepala Balai TN Tambora, Abdul Azis Bakry, mengatakan penutupan tersebut merupakan tindak lanjut Surat Edaran Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Nomor SE.4/KSDAE/SKSDAE/KSA.02.02/B/8/2026 tanggal 31 Agustus 2026. Aturan itu mengatur penutupan sementara wisata pendakian gunung di Kawasan Suaka Alam (KSA) dan Kawasan Pelestarian Alam (KPA) dalam rangka pencegahan karhutla.

"Penutupan sementara aktivitas pendakian di Taman Nasional Tambora mulai 1 September 2026," ujar Abdul Azis kepada ANTARA di Dompu, Selasa, 1 September 2026.

Ia menuturkan penutupan diberlakukan hingga kondisi kawasan konservasi dinyatakan aman dari ancaman kebakaran. Kebijakan tersebut diambil sebagai langkah antisipatif mengingat tingkat kerawanan karhutla melonjak selama kemarau.

Menurut Abdul Azis, petugas masih mendapati sejumlah titik api di beberapa lokasi TN Tambora. Temuan ini terpantau melalui aplikasi Sistem Monitoring Karhutla (SiPongi) serta hasil pengamatan langsung di lapangan.

"Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan untuk melakukan penutupan sementara aktivitas pendakian," terangnya.

Pembatasan aktivitas ini dinilai perlu guna mengurangi aktivitas manusia yang berpotensi memicu kebakaran. Langkah tersebut juga mempermudah petugas dalam melakukan pengawasan serta penanganan cepat apabila terjadi karhutla.

"Untuk kegiatan patroli, mitigasi bencana, dan penelitian masih tetap dilakukan," ucapnya.


Sejumlah pendaki berada di kawasan Puncak Gunung Tambora. ANTARA/Ady Ardiansah

Ia menegaskan penutupan ini hanya berlaku khusus untuk aktivitas pendakian. Sejumlah objek wisata nonpendakian, seperti Air Terjun Oi Marai, tetap dibuka bagi masyarakat dan wisatawan dengan pengawasan faktor keamanan kawasan.

Sebagai catatan, penutupan jalur pendakian Gunung Tambora ini dilakukan berselang dua hari setelah kawasan TN Tambora sukses menjadi tuan rumah ajang Tambora Jungle Run 2026 pada Minggu, 30 Agustus 2026. Acara tersebut diikuti sekitar 500 pelari dari berbagai daerah dengan memanfaatkan sebagian jalur kawasan pendakian di Resort Doro Ncanga.

Terkait administrasi, Abdul Azis menyebutkan TN Tambora belum menerapkan sistem pemesanan tiket pendakian secara daring (online). Dengan demikian, tidak ada kendala terkait mekanisme pengembalian dana atau pembatalan tiket bagi pengunjung. Pihaknya kini mengarahkan para pelaku usaha wisata, pemandu, dan porter untuk mengembangkan layanan wisata nonpendakian ke Air Terjun Oi Marai.

"Kebijakan ini diambil sebagai langkah proaktif dan terukur demi melindungi keutuhan ekosistem serta menjamin keselamatan para pendaki," ujar dia.

(Lukman Diah Sari)