Kebakaran Hutan Gunung Butak Jatim, Ratusan Pendaki Dievakuasi

Suasana basecamp Panderman saat kebakaran di Gunung Butak/istimewa.

Kebakaran Hutan Gunung Butak Jatim, Ratusan Pendaki Dievakuasi

Daviq Umar Al Faruq • 1 September 2026 18:08

Batu: Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan Gunung Butak, Petak 100 Pos 3, Jawa Timur, pada Selasa, 1 September 2026. Sebanyak 185 pendaki dievakuasi dari jalur Panderman untuk mengantisipasi bahaya penyebaran api dan asap.

Laporan pertama kebakaran diterima Pusdalops BPBD Kota Batu dari Paguyuban Ojek Pendakian Gunung Panderman-Butak. Tim gabungan dari unsur BPBD, TNI, Polri, relawan, dan warga lokal langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penyisiran serta pemantauan.

Proses evakuasi difokuskan pada pengosongan jalur dan pendataan ulang seluruh pendaki yang berada di kawasan pegunungan tersebut. Petugas memastikan keselamatan pendaki menjadi prioritas utama di tengah potensi meluasnya titik api akibat angin.


Petugas BPBD Kota Batu, Jawa Timur melakukan pemadaman api pada kebakaran hutan di kawasan Gunung Butak, Selasa (1/9/2026). ANTARA/HO-Pusdalops BPBD Kota Batu

Kepala Pelaksana BPBD Kota Batu, Suwoko, mengatakan bahwa personel gabungan saat ini tengah berfokus untuk menyisir area pendakian. Penyisiran jalur pendakian ini dilakukan guna memastikan tidak ada pendaki yang tertinggal.

“Tim gabungan yang terdiri dari unsur terkait bergerak melakukan penyisiran dan memastikan seluruh pendaki dapat keluar dari kawasan pendakian dengan aman,” jelas Suwoko, Selasa, 1 September 2026.

Hingga saat ini, BPBD Kota Batu bersama instansi terkait masih terus berupaya mengendalikan situasi di petak 100. Pihak berwenang mengimbau masyarakat dan pendaki untuk menghentikan seluruh aktivitas yang memicu kebakaran hutan.

Suwoko menambahkan bahwa koordinasi intensif di lapangan masih berjalan untuk memastikan perkembangan kondisi terkini. Informasi resmi akan diperbarui secara berkala seiring masuknya data terbaru dari tim pemadam.

“Kami masih melakukan pemantauan dan koordinasi dengan petugas maupun pihak terkait di lapangan. Informasi perkembangan akan kami sampaikan setelah data berhasil kami pastikan,” ujar Suwoko.

(Lukman Diah Sari)