Beres-Beres MBG

25 June 2026 22:59

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini tengah mengalami perombakan besar-besaran. Di bawah nakhoda baru, Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan audit menyeluruh untuk membersihkan tata kelola program dari celah penyimpangan, sekaligus melakukan penghematan anggaran yang signifikan.

Dalam diskusi di program Kontroversi Metro TV, Kepala Bakom RI, M. Qodari, menyoroti kehadiran "montir-montir" baru di jajaran pimpinan BGN yang kini fokus memperbaiki kerusakan sistemik. Salah satu langkah paling nyata adalah efisiensi anggaran hingga triliunan rupiah dengan menghentikan operasional selama hari libur sekolah.

Tak hanya soal penghematan, wacana penghapusan siswa SMA dari daftar penerima manfaat kini mencuat demi melakukan refocusing kepada kelompok yang lebih rentan. Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, membeberkan bahwa ada komitmen efisiensi hingga Rp40 triliun, termasuk penyisiran belanja yang dianggap tidak relevan, seperti pengadaan kaos kaki hingga sendok bebek yang sempat menghebohkan publik.


Pertanyaan besar juga membayangi nasib aset bermasalah, yakni 21.081 unit motor listrik senilai lebih dari Rp1 triliun yang kini disita Kejaksaan Agung. Muncul wacana agar aset sitaan tersebut nantinya dihibahkan untuk guru dan sekolah di daerah pelosok guna mendukung kelancaran distribusi gizi.

Namun, efisiensi saja tidak cukup. Pakar Kebijakan Publik, Trubus Rahardiansah, menekankan bahwa transparansi dan keberlanjutan adalah kunci. Ia mendesak pemerintah untuk melibatkan pemerintah daerah dan UMKM lokal secara jujur, serta memastikan kebijakan "nol keracunan" demi menjaga kepercayaan masyarakat.

Mengapa strategi pimpinan baru BGN disebut krusial bagi masa depan generasi Indonesia? Bagaimana nasib anak-anak di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) dalam skema baru ini? Dan mampukah sistem ini menutup rapat celah korupsi?

Simak pembahasan selengkapnya dalam program Kontroversi Metro TV.

(Reno Panggalih Nuha Lathifah)


Close Ads X
Close Ads X