23 August 2026 20:35
Dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai dirasakan warga Kota Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Sejumlah masyarakat mengeluhkan iritasi tenggorokan hingga sesak napas, terutama saat kualitas udara memburuk.
Kebakaran hutan dan lahan yang masih terjadi di Sampit, membuat banyak warga mengeluhkan iritasi tenggorokan dan sesak napas hingga asma. Dinas Kesehatan telah menyiagakan 21 puskesmas yang berada di tiap kecamatan.
Puskesmas dilengkapi dengan layanan ruang oksigen yang didapatkan secara gratis bagi warga dengan gangguan pernapasan akibat karhutla.
“Puskesmas dengan layanan ruang oksigen secara gratis bagi orang dengan gangguan pernapasan akibat kebakaran hutan dan lahan. Di Kabupaten Kotawaringin Timur sendiri ada 21 puskesmas yang beroperasi dan semuanya disiagakan untuk orang dengan gangguan pernapasan akibat kebakaran hutan dan lahan, ditambah satu unit Public Safety Center (PSC) yang juga memberikan layanan untuk orang dengan gangguan pernapasan.” kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kotim, Nugroho Kuncoro Yudho, dikutip dari tayangan Metro Hari Ini, Metro TV, Minggu, 23 Agustus 2026.