Sembilan hari pascagempa besar yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk melalui program "BNI Berbagi" terus konsisten menyalurkan bantuan bagi warga terdampak. Kali ini, fokus bantuan diarahkan ke Kabupaten Nagekeo, di mana para penyintas masih bertahan di posko pengungsian.
Kehadiran BNI di tengah para pengungsi, salah satunya di Kampung Makipaket, Kelurahan Mbay II, tidak hanya memberikan bantuan fisik tetapi juga dukungan psikologis. Bantuan yang disalurkan mencakup kebutuhan pokok harian yang sangat dibutuhkan warga di tengah keterbatasan akses.
Pendekatan Holistik: Dari Logistik hingga Layanan Kesehatan
Koordinator Posko BNI Peduli, Adi, menyatakan bahwa bantuan dari BNI telah mengalir sejak awal bencana terjadi.
BNI berkomitmen untuk mendampingi warga hingga masa pemulihan.
"Sejak gempa berlangsung, kami sudah langsung menyalurkan bantuan melalui posko BUMN Peduli. Program kami mencakup penyaluran kebutuhan pokok, layanan kesehatan, hingga rencana perbaikan rumah-rumah warga yang terdampak," kata Koordinator Posko BNI Peduli, Adi, dikutip dari tayangan
Metro Hari Ini, Metro TV, Senin, 24 Agustus 2026.
Fokus pada Pemulihan Mental Anak-Anak
Salah satu program unggulan yang dibawa BNI Berbagi adalah layanan trauma healing bagi anak-anak di pengungsian. Menyadari besarnya dampak traumatis akibat gempa susulan yang masih terus terjadi, relawan BNI mengajak anak-anak bermain dan memberikan alat permainan edukatif.
"Kami ingin anak-anak bisa kembali ceria walaupun berada di tempat pengungsian. Lewat trauma healing, mereka diajak bermain agar bisa sedikit melupakan trauma terkait bencana gempa ini," tambah Adi.
Semangat bagi Warga di Tengah Ketidakpastian
Kehadiran relawan BNI disambut hangat oleh warga. Yulita Senda, salah satu pengungsi, mengaku bantuan ini menjadi penyemangat bagi mereka yang masih dilingkupi rasa khawatir akan adanya gempa susulan maupun potensi tsunami karena lokasi kampung yang berada di pesisir pantai.
"Kami sangat bersyukur dan berterima kasih. Bantuan ini sangat membantu kami yang belum bisa pulang ke rumah karena kondisi masih belum stabil," ungkap Yulita.
Selain
bantuan logistik jangka pendek, BNI bersama pemerintah dan lembaga terkait terus memantau kebutuhan warga untuk memastikan proses rehabilitasi infrastruktur dasar seperti akses jalan, listrik, dan air bersih dapat segera tertangani sehingga kehidupan masyarakat kembali normal.