1.225 Ton Logistik Bantuan Korban Gempa Telah Masuk NTT

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto. Dokumentasi BNPB

1.225 Ton Logistik Bantuan Korban Gempa Telah Masuk NTT

Palce Amalo • 24 August 2026 17:49

Jakarta: Sebanyak 1.225 ton logistik telah dikirim ke wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak gempa. Bantuan tersebut didistribusikan ke tujuh kabupaten terdampak, termasuk wilayah yang sulit dijangkau kendaraan.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mengatakan penyaluran bantuan semakin lancar setelah pemerintah membentuk posko penanganan di tingkat nasional dan daerah.

"Data per hari ini kami laporkan, logistik yang masuk ke Flores ini sudah tercapai 1.225 ton, terbagi 2: yang di Labuan Bajo 869 ton, dan untuk Maumere 356 ton," kata Suharyanto, Senin, 24 Agustus 2026.

BNPB menyiapkan Posko Nasional Logistik di Halim Perdanakusuma, Jakarta, untuk mendukung pengiriman bantuan. Dari posko tersebut, logistik disalurkan menuju dua Posko Aju di Flores, yakni Posko Aju 1 di Labuan Bajo dan Posko Aju 2 di Maumere.

Posko Aju di Labuan Bajo melayani kebutuhan logistik untuk Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, dan Ngada. Sementara itu, Posko Aju di Maumere menangani kebutuhan masyarakat di Kabupaten Sikka, Ende, dan Nagekeo. Penyaluran juga mencakup kebutuhan masyarakat di Pulau Palue, Kecamatan Alok, Sikka.

Suharyanto menjelaskan jumlah 1.225 ton merupakan logistik yang dikirim melalui Posko Nasional Logistik di Halim Perdanakusuma. Angka tersebut belum mencakup bantuan yang dikirim langsung ke wilayah terdampak oleh pemerintah, pihak swasta, perorangan, maupun berbagai unsur lainnya.
 


Karena itu, data logistik yang tercatat melalui Posko Nasional di Halim Perdanakusuma berbeda dengan keseluruhan bantuan yang tersedia dan telah disalurkan kepada masyarakat terdampak.

Kondisi geografis sejumlah wilayah terdampak membuat proses distribusi bantuan membutuhkan metode yang disesuaikan dengan medan. Armada yang digunakan di setiap kabupaten terdiri atas kendaraan roda empat, mobil pikap, sepeda motor, hingga tenaga manusia untuk mengangkut bantuan dengan berjalan kaki.

Distribusi secara berjalan kaki dilakukan di lokasi yang tidak dapat dijangkau kendaraan. Salah satu wilayah yang mengalami kondisi tersebut ialah Pulau Palue pada hari-hari awal setelah gempa.


Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengecek langsung pengiriman bantuan untuk korban gempa bumi di NTT. Foto: Dok. Sekretariat Kabinet.
 

"Saat itu, kendaraan roda empat maupun roda dua belum dapat menjangkau sejumlah lokasi sehingga bantuan harus dibawa dengan berjalan kaki, sehingga kita berikan ke masyarakat ini dengan cara jalan kaki," ujarnya, Senin, 24 Agustus 2026.

Menurut Suharyanto, kondisi geografis menjadi salah satu faktor yang memengaruhi waktu dan metode penyaluran bantuan di setiap wilayah. Pemerintah daerah bersama BNPB terus mengerahkan armada yang tersedia untuk memperpendek jalur distribusi dari posko hingga ke masyarakat terdampak.

Upaya tersebut dilakukan agar bantuan logistik dapat menjangkau masyarakat di wilayah terdampak, termasuk lokasi yang memiliki keterbatasan akses transportasi.

(Whisnu M)