Puluhan Armada Kerja Ekstra Angkut Sampah dari Pasar Induk Kramat Jati

Cony Brilliana • 12 January 2026 07:20

Jakarta: Pemerintah Kota Jakarta Timur terus mempercepat pengangkutan tumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Minggu 11 Januari 2026. Pada hari keempat penanganan, puluhan armada dikerahkan untuk memaksimalkan pengangkutan sampah lama yang selama ini dikeluhkan warga sekitar.

Pengangkutan dilakukan secara kolaboratif oleh Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Timur, Satpel Lingkungan Hidup Kecamatan Kramat Jati, Unit Pengelola Sampah Badan Air, serta mendapat bantuan tambahan dari Sudin Kepulauan Seribu. Total 48 armada diterjunkan untuk mempercepat pengurangan timbunan sampah di kawasan pasar induk tersebut.

“Sekitaran tingginya paling sekitar 2 meteran dan sampah-sampah lama sudah reduksi dengan begini nanti insya Allah kedepannya tidak terlalu bau lagi.” Ungkap Dwi Firmansyah selaku Kasatpel Dinas Lingkungan Hidup Kecamatan Kramat Jati yang bertugas pada Minggu, 11 Januari 2026.

Hingga hari keempat penanganan, ribuan ton sampah berhasil diangkut dengan puluhan ritasi. Upaya tersebut terus dimaksimalkan dengan mendorong armada melakukan pengangkutan ganda agar target penyelesaian dapat tercapai lebih cepat.

“Sampai saat ini sudah masuknya hari keempat, mulai dari kamis Jumat Sabtu Minggu, alhamdulillah sudah bisa terangkut sekitar 1.300 ton dengan total ritasi sekitar 78 ritasi dengan berbagai macam jenis kendaraan,” tambahnya. 


Angkut sampah secepatnya


Kasatpel Dinas Lingkungan Hidup Kecamatan Kramat Jati, Dwi Firmansyah menjelaskan, pihaknya menargetkan armada dapat melakukan dua ritasi dalam satu hari untuk mengejar penyelesaian sampah lama yang menjadi sumber bau. Dengan jumlah armada yang cukup, pengangkutan diharapkan bisa mencapai 1.800 hingga 2.000 ton dalam waktu singkat.

Selain mengurangi volume, pengangkutan sampah lama dinilai penting untuk menekan bau tidak sedap di lingkungan pasar. Saat ini, tinggi timbunan sampah yang tersisa disebut sudah jauh berkurang dibanding hari-hari sebelumnya.

Tumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati menjadi perhatian setelah adanya aduan masyarakat terkait bau menyengat dan kondisi lingkungan yang tidak nyaman. Penumpukan terjadi akibat peningkatan volume sampah, terutama pada periode musim buah dan sayur.

Selain faktor musiman, keterlambatan operasional armada akibat perbaikan kendaraan juga sempat memengaruhi kelancaran pengangkutan. Pemerintah daerah kini memfokuskan penanganan pada pengangkutan sampah lama agar aktivitas pasar kembali kondusif. Metro TV/Cony Brilliana

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Wijokongko)