14 April 2026 23:15
Usai gagalnya perundingan damai antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran, dunia resmi memasuki fase baru ketidakpastian global. Di saat banyak negara memilih sikap wait and see akibat ancaman krisis energi dan pangan yang menghantui, sebuah kabar mengejutkan justru datang dari Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank/ADB).
Dalam laporan terbarunya, ADB justru menempatkan Indonesia sebagai anomali yang menggembirakan. Di saat dua raksasa Asia, Tiongkok dan India, diproyeksi mengalami perlambatan pertumbuhan, ekonomi Indonesia justru diperkirakan akan menguat hingga 5,2% tahun ini. Angka yang bahkan melampaui prediksi sebelumnya.
Pemerintah pun bergerak cepat. Presiden Prabowo Subianto baru saja menyelesaikan misi strategisnya di Kremlin untuk mengamankan ketahanan energi, sementara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tengah berjibaku meyakinkan raksasa investor di Wall Street bahwa Indonesia adalah pelabuhan yang aman di tengah badai geopolitik.
Bagaimana strategi dan celah yang bisa dimanfaatkan Indonesia untuk keluar dari kegelapan krisis energi kali ini?