7 May 2026 21:23
Belum usai sorotan publik terhadap kasus asusila di Pati, Jawa Tengah, peristiwa serupa kini kembali mencuat di Kabupaten Lahat, Sumatra Selatan. Warga di sebuah desa di Kecamatan Kikim Timur melakukan aksi di sebuah pondok pesantren. Mereka menuntut pertanggungjawaban atas dugaan tindakan asusila yang dilakukan oleh pimpinan pondok pesantren terhadap empat orang santriwati asuhannya.
Ratusan warga yang didominasi oleh kaum perempuan ini sudah dua kali berunjuk rasa di depan ponpes. Warga merasa geram lantaran pihak ponpes diduga berupaya menutupi skandal dengan cara memaksa pembuatan surat perdamaian yang dinilai sangat menyudutkan dan merugikan korban.
Warga mendesak kepolisian untuk segera turun tangan dan berperan aktif mendatangi korban, mengingat para santriwati tersebut saat ini dalam kondisi trauma, ketakutan, dan merasa terintimidasi sehingga tidak berani melaporkan kejadian yang dialami.
Salah seorang warga bernama Mareta mengungkapkan bahwa terduga pelaku Ali Sodikin merupakan pimpinan pondok pesantren.
"Kasus pelecehan seksual yang terduga dilakukan oleh pimpinan pondok yaitu bapak Ali Sodikin terhadap empat orang santri yang ada di sana," ujarnya dalam tayangan Newsline Metro TV, Kamis 7 Mei 2026.