Proyek Sekolah Rakyat di Lampung Dikejar Tuntas, Siap Dipakai Tahun Ajaran Baru

26 April 2026 19:06

Lampung Selatan: Pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat di Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, terus berjalan sesuai target. Pemerintah menargetkan proyek ini rampung pada Juli 2026 dan siap digunakan untuk tahun ajaran baru 2026–2027.

Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial RI (Kemensos RI) untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu. Pembangunan fisik dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dengan dukungan anggaran dari APBN, sementara lahan disediakan oleh Pemerintah Provinsi Lampung.
 



Proyek Sekolah Rakyat di Lampung Selatan ini menjadi salah satu dari lebih dari 100 titik pembangunan serupa yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Hingga saat ini, progres pembangunan disebut masih berjalan sesuai rencana tanpa kendala berarti.

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf, menyampaikan bahwa pembangunan ditargetkan selesai pada pertengahan tahun, sehingga kegiatan belajar mengajar dapat segera dimulai.

“Insya Allah bisa selesai sesuai harapan kita pada bulan Juni, dan Juli sudah mulai proses pembelajaran tahun ajaran 2026–2027,” ujar Mensos.

Ia juga menyebutkan bahwa nantinya akan dilakukan pemindahan siswa dari gedung sementara ke gedung permanen yang lebih representatif.

Lebih dari 600 pekerja terlibat dalam pembangunan di lokasi tersebut. Secara nasional, proyek Sekolah Rakyat menyerap puluhan ribu tenaga kerja.

Menurut Mensos, program Sekolah Rakyat merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pendidikan.
 

“Ini adalah program strategis untuk memutus rantai kemiskinan. Anaknya sekolah, orang tuanya diberdayakan. Ketika anak lulus, diharapkan kesejahteraan keluarga juga meningkat,” jelas Mensos.

Gedung Sekolah Rakyat ini dirancang dengan fasilitas lengkap, mulai dari ruang kelas, asrama, laboratorium, hingga perpustakaan, serta mendukung kegiatan pembelajaran dan pengembangan karakter siswa.

“Gedung ini untuk SD, SMP, dan SMA, dan bisa menampung hingga seribu siswa,” katanya.

Pemerintah juga menargetkan peningkatan jumlah siswa Sekolah Rakyat secara nasional, dari sekitar 16 ribu pada tahun sebelumnya menjadi lebih dari 30 ribu siswa pada tahun ini. Jumlah tersebut diproyeksikan terus meningkat hingga mencapai lebih dari 200 ribu siswa pada 2028.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Zein Zahiratul Fauziyyah)