Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, mengimbau masyarakat, pejabat publik, hingga para pakar agar berhati-hati dan tidak keliru dalam memaknai serta menyampaikan informasi terkait fenomena iklim El Nino.
Pasalnya, informasi simpang siur mengenai El Nino dapat berdampak langsung terhadap psikologis petani di akar rumput, yang berujung pada terganggunya produksi pangan nasional.
Amran menjelaskan, narasi menakutkan dengan tingkat kepastian rendah soal kemarau panjang kerap membuat para petani enggan untuk mulai menanam. Padahal, pada momen-momen tersebut proses produksi
pertanian sebenarnya masih bisa terus berjalan.
"Ini harus hati-hati kalau berbicara di publik, apalagi pejabat publik dan pakar. Jangan menyampaikan informasi yang kepastiannya rendah. Itu menyusahkan kita di lapangan. Kalau petani percaya, mereka langsung berhenti menanam. Ini sangat berbahaya dan membuat kita kesulitan di lapangan selama berbulan-bulan," ujarnya dikutip dari
Primetime News, Metro TV, Kamis 13 Agustus 2026.
Sudah Diantisipasi Sejak 2024
Lebih lanjut, Mentan meyakinkan bahwa pemerintah dan para petani di berbagai daerah sebenarnya sudah siap menghadapi ancaman kekeringan tahun ini. Persiapan dan mitigasi bahkan sudah dilakukan sejak 2024 lalu.
Amran juga merujuk pada keberhasilan pemerintah dalam melewati krisis iklim serupa pada periode pertama kepemimpinannya di Kementerian Pertanian.
"Dulu kita pernah menghadapi El Nino yang kuat, waktu periode pertama saya menjadi menteri, yakni pada tahun 2015-2016. Alhamdulillah, saat itu kita selamat," kata Amran.