13 August 2026 14:44
Sejumlah elemen mahasiswa, tokoh agama, tokoh adat, kepemudaan, dan kaum perempuan di Kabupaten Sambas, Bengkayang, dan Kota Singkawang menggelar dialog publik pemekaran daerah pemilihan. Kegiatan ini bertujuan untuk menguatkan representasi politik wilayah perbatasan melalui pembentukan Dapil Kalimantan Barat 3 untuk DPR RI. Bupati Sambas, Satono, menyambut baik aspirasi tersebut dan berharap pemekaran Dapil dapat segera terwujud demi pembangunan yang merata.
Diinisiasi oleh gerakan mahasiswa forum pemekaran Dapil Kalimantan Barat 3, dialog publik ini digelar di aula Kantor Bupati Sambas, Selasa 11 Agustus 2026. Selain dihadiri oleh tokoh masyarakat, pemuda, perempuan, agama, akademisi, dan adat dari tiga daerah, kegiatan ini juga menghadirkan pengamat politik Kalbar sebagai narasumber guna membedah potensi dan relevansi pemekaran daerah pemilihan.
Bupati Sambas, Satono, menyambut positif dorongan penambahan Dapil DPR RI di Kalbar dari dua menjadi tiga pada Pemilu 2029 mendatang. Satono menegaskan pihaknya memfasilitasi ruang diskusi agar wacana ini disusun menjadi aspirasi resmi mengingat Sambas, Bengkayang, dan Singkawang memiliki kedekatan historis, sosial, dan budaya yang sangat erat.
“Dapil Kalbar ini dipecah yang tadinya dua menjadi tiga, sehingga aspirasi masyarakat ini ya lebih mudah ya didengar dan disampaikan. Tentu harapan mereka sangat wajar, adanya pemerataan pembangunan, pembangunan yang berkeadilan. Karena Sambas, Bengkayang, Singkawang ini adalah beranda terdepan Indonesia yang mengawal wajah Indonesia itu ada di perbatasan.” kata Bupati Sambas, Satono, dikutip dari tayangan Selamat Pagi Indonesia, Metro TV, Kamis, 13 Agustus 2026.