16 July 2026 07:52
Perayaan Hari Bastille di Prancis yang seharusnya berlangsung khidmat dan meriah justru berakhir dengan ketegangan. Insiden kericuhan pecah di Paris saat sejumlah oknum warga menyerang petugas kepolisian dengan kembang api, memaksa aparat keamanan untuk bersiaga penuh. Sebanyak 59 orang dilaporkan ditangkap.
Dikutip dari program Headline News Metro TV, Kamis, 16 Juli 2026, kembang api ditembakkan ke arah barisan petugas kepolisian. Guna menghindari serangan tersebut, para petugas terpaksa berlindung dan bertahan di balik perisai anti huru-hara.
Selain serangan kembang api, kerusuhan juga menyebabkan kebakaran di beberapa titik jalan di distrik ke-17 Paris. Kobaran api sempat melalap area tersebut sebelum akhirnya berhasil dikendalikan dan dipadamkan oleh petugas pemadam kebakaran darurat.
Menanggapi insiden ini, Menteri Dalam Negeri Prancis, Laurent Nuñez, mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian telah mengambil tindakan tegas. Sebanyak 59 orang dilaporkan ditangkap atas dugaan keterlibatan dalam aksi pembakaran, baik yang dilakukan secara sengaja maupun tidak disengaja.
Pemerintah setempat juga telah meningkatkan level pengamanan di berbagai wilayah untuk mengantisipasi kericuhan susulan, terlebih saat ini Prancis juga tengah menghadapi tantangan gelombang panas.
Hari Bastille, yang diperingati setiap 14 Juli, merupakan hari nasional Prancis yang sangat bersejarah. Peringatan ini merujuk pada peristiwa penyerbuan penjara Bastille pada 1789, sebuah momen krusial yang menandai dimulainya Revolusi Prancis dan jatuhnya monarki absolut. Namun sangat disayangkan, peringatan bersejarah tahun ini harus ternoda oleh aksi anarkis oknum tidak bertanggung jawab.