Jakarta: Hari Raya Iduladha merupakan salah satu momen penting dalam Islam yang identik dengan ibdah kurban. Berdasarkan kalender Hijriah, Iduladha 1447 H diperkirakan jatuh pada 27 Mei 2026, meskipun penetapan resminya tetap menunggu sidang isbat dari Kementerian Agama Republik Indonesia.
Pada hari tersebut, umat Islam melaksanakan berbagai rangkaian ibadah seperti salat Id berjamaah, mendengarkan khutbah, serta penyembelihan hewan kurban. Suasana Iduladha juga semakin terasa dengan gema takbir dan semangat berbagi kepada sesama.
Asal-Usul Kurban dalam Iduladha
Kurban menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari Iduladha karena berakar dari kisah keteladanan Nabi Ibrahim. Dalam sejarahnya, Nabi Ibrahim menerima perintah dari Allah SWT melalui mimpi untuk menyembelih putranya, Nabi Ismail.
Perintah ini menjadi ujian besar, mengingat Nabi Ismail adalah anak yang sangat dicintai dan telah lama dinantikan. Namun, dengan penuh keimanan dan keikhlasan, Nabi Ibrahim tetap berusaha menjalankan perintah tersebut.
Ketika proses penyembelihan hendak dilakukan, Allah SWT menggantikan Nabi Ismail dengan seekor domba. Peristiwa inilah yang kemudian dikenang oleh umat Islam melalui ibadah kurban setiap Iduladha.
Mengapa disebut Hari Raya Kurban?
Iduladha sering disebut sebagai Hari Raya Kurban karena identik dengan prosesi penyembelihan hewan bagi umat Muslim yang mampu. Ibadah ini dilaksanakan pada 10 hingga 13 Dzulhijjah, bertepatan dengan hari tasyrik. Selain sebagai bentuk ibadah sunnah, kurban juga merupakan cara untuk mengenang dan mengabadikan peristiwa pengorbanan Nabi Ibrahim. Rasulullah SAW juga menjelaskan bahwa ibadah kurban merupakan sunnah dari Nabi Ibrahim.
Nilai dan Hikmah Berkurban
Melansir dari Universitas Ahmad Dahlan, terdapat beberapa pelajaran penting yang dapat diambil dari kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail:
Ketaatan kepada Allah
Nabi Ibrahim menunjukkan kepatuhan luar biasa dalam menjalankan perintah Allah, meskipun perintah tersebut sangat berat.
Semangat berbagi
Daging kurban dibagikan kepada masyarakat, terutama fakir miskin dan kaum dhuafa, sehingga mempererat solidaritas sosial.
Makna pengorbanan
Kisah ini mengajarkan pentingnya berkorban, baik secara materi maupun perasaan, demi menjalankan perintah Allah dan membantu sesama.
Iduladha identik dengan kurban karena berakar dari peristiwa besar dalam sejarah Islam, yaitu ketaatan Nabi Ibrahim kepada Allah SWT. Ibadah ini bukan sekadar ritual, tetapi juga sarat nilai keikhlasan, pengorbanan, dan kepedulian sosial.
(Jessica Nur Faddilah)