Sebanyak 62 penumpang KMP Mutiara Sentosa 2 yang selamat dari kebakaran kapal berhasil dievakuasi melalui Pelabuhan Pulau Masalembo. Para korban kini tengah dalam perjalanan menuju Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, untuk menjalani proses pendataan ulang.
Langkah ini dilakukan guna memastikan jumlah pasti penumpang yang telah terselamatkan dan mengidentifikasi apakah masih ada penumpang yang dinyatakan hilang.
Fokus Pencarian Hari Ketiga
Pada hari ketiga pascainsiden
kebakaran hebat yang melanda KMP Mutiara Sentosa 2, tim SAR gabungan memfokuskan operasi pada pemantauan kapal evakuasi dari Pulau Masalembo hingga bersandar di Surabaya. Fokus utama saat ini adalah memastikan seluruh korban selamat mendapatkan penanganan medis dan pendataan yang akurat.
Kepala Seksi Operasi Kantor Basarnas Surabaya, Didit Arie Ristandy, menjelaskan bahwa pihaknya masih melakukan validasi data di posko induk Tanjung Perak.
"Untuk korban hilang kami belum bisa memastikan. Yang jelas, hasil keseluruhan yang sudah terevakuasi ini akan didata kembali setelah tiba di Tanjung Perak sebagai data tambahan sisa penumpang," kata Kepala Seksi Operasi Kantor Basarnas Surabaya, Didit Arie Ristandy, dikutip dari tayangan
Metro Hari Ini, Metro TV, Selasa, 4 Agustus 2026.
Menunggu Laporan Keluarga
Didit menambahkan, hasil pendataan di Surabaya nantinya akan diteruskan kepada tim gabungan yang bersiaga di Sumenep. Jika dari hasil pendataan ulang tersebut ditemukan adanya ketidaksesuaian jumlah penumpang, atau jika terdapat laporan resmi dari pihak keluarga mengenai anggota keluarga yang belum ditemukan, operasi pencarian akan kembali diperluas.
"Kalau memang dirasa dari pendataan di posko induk Tanjung Perak masih ada laporan dari pihak keluarga yang menyatakan belum menerima informasi keberadaan keluarganya, kami akan memerintahkan tim untuk melakukan pencarian kembali di seputar lokasi kejadian (LKK)," ucapnya.
Sebelumnya, operasi SAR telah mengerahkan berbagai kekuatan, termasuk helikopter serta sejumlah kapal dari
Basarnas dan Polairud untuk menyisir area perairan Masalembo guna mencari korban yang mungkin masih terapung di laut.
Saat ini, seluruh penanganan korban dan pusat informasi dipusatkan di Posko Induk Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.