6 June 2026 22:50
Piala Dunia 2026 yang akan dimulai pekan depan menghadirkan tantangan keamanan terbesar dalam sejarah turnamen sepak bola tersebut. Dengan format baru yang diikuti 48 negara dan digelar di 16 kota di Amerika Serikat, Meksiko, serta Kanada, aparat keamanan telah menyiapkan sistem pengamanan berlapis untuk mengantisipasi berbagai potensi ancaman.
Salah satu perhatian utama adalah penggunaan drone yang dinilai berpotensi dimanfaatkan untuk mengganggu jalannya pertandingan atau membahayakan keselamatan publik. Karena itu, otoritas keamanan menetapkan larangan penerbangan drone di sekitar stadion maupun zona suporter selama Piala Dunia berlangsung.
Untuk mengantisipasi berbagai risiko, FBI akan mengaktifkan pusat operasi gabungan atau Joint Operations Center di setiap kota penyelenggara. Pusat operasi tersebut akan mengintegrasikan penegak hukum tingkat lokal, negara bagian, dan federal dalam satu sistem koordinasi.
Melalui pusat operasi itu, petugas akan memantau berbagai potensi ancaman baik yang muncul di media sosial maupun yang terdeteksi langsung di lapangan. Pengawasan dilakukan secara real time selama berlangsungnya pertandingan dan aktivitas suporter.
Persiapan keamanan ini telah dirancang FBI sejak dua tahun terakhir, tepatnya setelah berakhirnya Piala Dunia 2022 di Qatar. Berbagai skenario ancaman dipelajari untuk memastikan kesiapan aparat menghadapi turnamen dengan jumlah peserta dan penonton yang jauh lebih besar.