Larangan Botol Air di Piala Dunia 2026 Tuai Kecaman, FIFA Longgarkan Aturan

Gabungan tangkapan layar dari video yang menunjukkan kepala operasional FIFA 2026, Heimo Schirgi, menjelaskan botol air mana yang diperbolehkan dan tidak diperbolehkan. (X/@FIFA via Arab News)

Larangan Botol Air di Piala Dunia 2026 Tuai Kecaman, FIFA Longgarkan Aturan

Riza Aslam Khaeron • 6 June 2026 16:41

Jakarta: FIFA kembali mengubah regulasi mengenai botol minum bagi penonton Piala Dunia 2026. Keputusan ini diambil setelah kebijakan sebelumnya yang melarang penggunaan botol isi ulang menuai gelombang kecaman dari berbagai pihak.

Induk organisasi sepak bola dunia tersebut kini mengizinkan suporter membawa satu botol plastik sekali pakai ke dalam stadion. Meski demikian, masih ada sejumlah syarat ketat bagi aktivitas tersebut.

Kebijakan terbaru ini dirilis setelah FIFA sebelumnya melarang keras penonton membawa botol isi ulang ke seluruh arena pertandingan Piala Dunia 2026. Padahal, ketentuan awal masih memperbolehkan botol plastik transparan kosong yang dapat digunakan kembali dengan kapasitas maksimal 1 liter.
 

Awalnya FIFA Larang Botol Pakai Ulang

Pada mulanya, larangan membawa botol isi ulang tersebut diberlakukan FIFA demi alasan keamanan. FIFA berargumen bahwa botol, gelas, wadah kaca, dan kaleng berisiko dilempar ke arah lapangan maupun tribun penonton lain sehingga berpotensi memicu cedera.

"FIFA berkomitmen untuk melindungi kesehatan dan keselamatan semua pemain, wasit, penggemar, relawan, dan staf. FIFA mengambil keputusan untuk melarang botol demi mencegah risiko dan cedera terhadap pemain serta penonton," kata FIFA dalam pernyataan kepada Reuters, dikutip Al Jazeera, 4 Juni 2026.

Selain itu, FIFA mengungkapkan bahwa beberapa stadion tuan rumah sebenarnya sudah memiliki aturan mandiri yang melarang penonton membawa botol dari luar karena pertimbangan keamanan setempat. Oleh sebab itu, FIFA berdalih aturan tersebut perlu diseragamkan di seluruh stadion penyelenggara turnamen.
 

Menuai Kecaman karena Risiko Panas

Keputusan sepihak FIFA tersebut seketika memicu gelombang kritik dari kelompok suporter dan para ahli kesehatan. Kekhawatiran utama yang disoroti adalah risiko dehidrasi massal di tengah cuaca panas ekstrem selama Piala Dunia 2026 berlangsung.

Suhu di sejumlah lokasi pertandingan diperkirakan berkisar antara 26 hingga 28 derajat Celsius. Kondisi lingkungan yang menyengat ini membuat kemudahan akses air minum menjadi krusial, terlebih jika penonton dilarang membawa wadah minum pribadi ke stadion.

Mengutip The Guardian, kebijakan pelarangan botol isi ulang ini ditentang keras oleh organisasi suporter dan akademisi. Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, bahkan turut mengkritik kebijakan tersebut sebagai langkah "keliru" yang disinyalir bermotif komersial "demi keuntungan sepihak".

"Langkah ini jelas keliru. Saya pribadi tidak bisa menepis pemikiran bahwa kebijakan ini semata-mata dibuat untuk meraup keuntungan finansial," ujar Starmer kepada LBC, sebagaimana dikutip The Guardian, 6 Juni 2026.
 

FIFA Akhirnya Ubah Kebijakan

Menyusul tekanan dan kecaman yang kian meluas, FIFA akhirnya melunak dan mengubah kebijakannya. Penonton kini diperbolehkan membawa satu botol plastik lunak sekali pakai berukuran 590 ml dengan kondisi segel pabrik yang masih utuh untuk pertandingan yang digelar di Amerika Serikat dan Kanada.

"Semua penonton akan diizinkan membawa satu botol air sekali pakai berbahan plastik lunak berukuran 20 ons (590 ml) yang masih tersegel dari pabrik ke setiap pertandingan Piala Dunia FIFA 2026 di AS dan Kanada," demikian pernyataan resmi FIFA, dikutip dari The Guardian pada 6 Juni 2026.

Kendati demikian, kelonggaran ini memiliki batasannya tersendiri. Wadah minum berbahan keras yang dapat ditutup kembali tetap dilarang karena dinilai masih menyimpan potensi bahaya keamanan.

"Yang tidak diperbolehkan adalah wadah air berbahan keras yang dapat ditutup kembali, karena benda tersebut dapat menimbulkan risiko terhadap keselamatan dan keamanan," jelas Chief Operating Officer Piala Dunia 2026, Heimo Schirgi, dikutip dari The Guardian, 6 Juni 2026.

Melalui penyesuaian regulasi ini, FIFA sebenarnya tidak sepenuhnya mencabut larangan botol isi ulang. Mereka hanya memberikan dispensasi khusus bagi botol plastik lunak sekali pakai yang masih tersegel.
 
Baca Juga:
Simak! Ini Regulasi Pertandingan Terbaru FIFA di Piala Dunia 2026
 

FIFA Siapkan Stasiun Air dan Area Pendingin

Sebagai langkah antisipasi terhadap risiko cuaca panas, FIFA menyatakan tengah menyiapkan berbagai tindakan mitigasi. Upaya tersebut meliputi penyediaan pos hidrasi, area pengembunan (misting station), kipas angin, hingga tenda pendingin di sekeliling area stadion.

"FIFA bekerja sama erat dengan setiap Komite Kota Host dan otoritas lokal terkait faktor mitigasi panas untuk penggemar yang bepergian ke stadion," kata FIFA dalam pernyataan kepada Reuters, dikutip Al Jazeera, 4 Juni 2026.

FIFA juga menjanjikan bahwa harga air minum kemasan di dalam stadion akan disesuaikan agar setara dengan acara-acara lain yang biasa diselenggarakan di stadion terkait. Kendati demikian, kritik tetap mengalir karena penonton khawatir akan kesulitan dan dipaksa merogoh kocek lebih dalam jika akses pengisian ulang air gratis di dalam stadion ternyata sangat terbatas.

Piala Dunia 2026 dijadwalkan berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko mulai 11 Juni hingga 19 Juli 2026. Turnamen ini mencetak sejarah sebagai edisi perdana yang diikuti oleh 48 tim nasional dan diselenggarakan secara kolaboratif oleh tiga negara tuan rumah.

(Muhamad Marup)