Kembali ke Tanah Air, Menhaj Evaluasi Kepadatan di Mina

9 June 2026 15:28

Jakarta: Rombongan Amirul Hajj yang dipimpin oleh Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf atau yang akrab disapa Gus Irfan tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta setelah menuntaskan pemantauan fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Meski secara umum penyelenggaraan haji dinilai berjalan lancar, ia mencatat sejumlah evaluasi penting, terutama terkait manajemen pergerakan jemaah di Mina yang sempat mengalami kepadatan.

“Bagi para petugas kami di Saudi, berakhirnya puncak haji Armuzna tidak berarti petugas haji bisa beristirahat. Memang banyak apresiasi kepada para petugas haji, tapi saya tekankan sampai dengan kepulangan kloter terakhir, sampai dengan masuknya jemaah terakhir ke dalam pesawat, semua petugas haji tetap bertugas sesuai dengan tupoksinya masing-masing,” kata Gus Irfan dalam tayangan Metro Siang Metro TV, Selasa 9 Juni 2026.  

Menurutnya, pelaksanaan haji tahun ini secara umum berlangsung kondusif. Berbagai peningkatan fasilitas yang disediakan otoritas Arab Saudi, termasuk tenda dan layanan kesehatan, dinilai berkontribusi dalam meningkatkan kenyamanan serta menekan angka fatalitas jemaah.


Namun demikian, pemerintah tetap mengantongi sejumlah catatan yang akan disampaikan kepada pihak Arab Saudi sebagai bahan perbaikan penyelenggaraan haji di masa mendatang.

Salah satu perhatian utama adalah pengaturan mobilitas jemaah di Mina yang pada beberapa momen mengalami kepadatan. Evaluasi tersebut dinilai penting mengingat kawasan Mina menjadi salah satu titik dengan konsentrasi jemaah terbesar selama puncak ibadah haji.

Selain menyampaikan evaluasi, Menhaj juga mengingatkan seluruh petugas haji Indonesia untuk tetap menjalankan tugas hingga proses pemulangan jemaah selesai sepenuhnya.

Pemerintah juga berkomitmen memulai persiapan penyelenggaraan haji tahun depan lebih dini. Langkah ini dilakukan agar berbagai evaluasi yang ditemukan selama musim haji 2026 dapat segera ditindaklanjuti. 

(Reno Panggalih Nuha Lathifah)