Bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Jawa Tengah mulai berdampak pada sektor ekonomi. Harga sejumlah bahan pangan pokok di Kota Semarang, seperti beras, cabai, dan bawang, dilaporkan merangkak naik akibat minimnya stok dan terhambatnya jalur distribusi.
Berdasarkan pantauan di Pasar Mijen, Semarang, lonjakan harga terjadi cukup signifikan. Harga bawang merah dan bawang putih kompak naik Rp5.000 per kilogram (kg), sehingga kini dijual seharga Rp40.000 per kg. Kenaikan tajam juga terjadi pada komoditas cabai rawit merah yang naik Rp10.000 menjadi Rp40.000 per kg. Sementara itu, harga beras medium turut mengalami kenaikan sebesar Rp1.000, menjadi Rp15.000 per kg.
Pasokan Terhambat, Kualitas Menurun
Kenaikan harga ini dipicu oleh gagal panen di daerah sentra produksi seperti Pekalongan, Batang, Kendal, Demak, Jepara, Pati, dan Kudus yang terendam
banjir. Banyak petani terpaksa memanen dini tanaman mereka meski belum waktunya. Selain itu, banjir juga menghambat transportasi pengiriman barang ke pasar.
Salah satu pedagang, Sunaryah, mengeluhkan keterlambatan pasokan yang biasanya datang setiap lima hari, kini molor hingga satu minggu.
"Pasokan bawang merah dan bawang putih biasanya lima hari, sekarang satu minggu baru dikirim lagi. Pembeli juga langka, omzet turun banyak sekali," ujar Sunaryah.
Tak hanya harga yang mahal, kualitas barang yang diterima pedagang juga menurun drastis. Pedagang lainnya, Rohmi, menyebutkan bahwa komoditas seperti cabai dan bawang menjadi cepat busuk akibat kadar air yang tinggi dari tanaman yang terendam banjir.
"Musim penghujan ini cepat busuk. Baru berapa hari langsung busuk, padahal biasanya tahan lama," keluh Rohmi.