Kerap Dikritik Keras PDIP, Presiden Prabowo Tetap Berterima Kasih

20 May 2026 17:41

Jakarta: Presiden Prabowo Subianto curhat soal kritik yang datang dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) saat menghadiri Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada Rabu, 20 Mei 2026. Ia memberikan apresiasi kepada PDIP yang tetap berperan sebagai oposisi dalam menjaga fungsi checks and balances dalam pemerintahan.

"Memang tidak semua partai di sini bagian dari pemerintah dan saya hormati itu, demokrasi kita perlu checks and balances. Saya paham bahwa PDIP berkorban untuk berada di luar pemerintah. Sebenarnya saya ingin mengucapkan terima kasih kepada PDIP," tutur Prabowo, dikutip dari Breaking News, Metro TV, Rabu, 20 Mei 2026. 

Prabowo mengungkapkan, meski kerap menerima kritik keras dari PDIP, baginya hal tersebut wajar dialami oleh seorang pemimpin. Ia memandang bahwa kritik tersebut merupakan bentuk masukan dan arahan bermanfaat bagi perbaikan pemerintahan ke depan. 

"Setiap pemimpin harus mau dikritik, setiap eksekutif harus diawasi. Kadang-kadang saya malam-malam sebelum tidur pilu hati saya. Ini anggota PDIP kritiknya keras banget. Tapi saya sadar sebetulnya mungkin ada dasarnya," ujarnya. 

 

Baca Juga: Presiden Prabowo Dorong Pembangunan Cold Storage di Setiap Desa Nelayan


Sementara itu, Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, pujian Presiden Prabowo Subianto kepada PDI Perjuangan merupakan ungkapan yang tulus. Dia menilai, pernyataan itu bukan sekadar basi-basi politik.

"Kalau kita lihat itu memang keluar dari lubuk hati yang paling dalam. Dan ucapan, penghargaan kepada Ketua Umum PDIP Ibu Megawati dan kepada PDIP, itu adalah ungkapan yang tulus," ujar Dasco 

Dia menambahkan, ucapan Prabowo yang ditujukan kepada PDIP juga merupakan bentuk bentuk penghormatan dan apresiasi yang sangat tinggi terhadap Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, serta seluruh kader partai berlambang banteng tersebut. Menurutnya, hal itu bagian dari kehidupan berdemokrasi.

Dasco menegaskan Gerindra maupun koalisi pemerintah tidak mempermasalahkan keputusan politik PDIP yang memilih untuk bertindak sebagai kekuatan penyeimbang. Langkah tersebut justru dinilai positif guna memastikan fungsi kontrol dan keseimbangan dalam sistem tata negara tetap berjalan dengan baik.

"Kritik yang membangun yang selama ini juga dilakukan oleh teman-teman PDIP di parlemen, yang sudah berjalan selama pemerintahan Presiden Prabowo," kata Wakil Ketua DPR RI itu.


(Alfiah Ziha Rahmatul Laili)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Gervin Nathaniel Purba)