Tour Guide Ungkap Komunikasi Terakhir Rombongan Jurnalis Sebelum Hilang Kontak

10 September 2026 16:13

Terkuak fakta baru dalam operasi pencarian lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang kontak di perairan Selat Sunda, Banten. Pemandu wisata (tour guide), Yandi Sofyan, membeberkan bahwa komunikasi terakhir dengan rombongan terjadi melalui pemandu kapal bernama Herianto.

"Kontak terakhir saya dengan tour guide-nya, kerena kebetulan teman juga, namanya Herianto." kata Tour Guide Wisata Ujung Kulon, Yandi Sofyan, dikutip dari tayangan Breaking News Metro TV, Kamis, 10 September 2026.

Pada Senin sore, 7 September pukul 13.53 WIB, Herianto sempat mengirimkan video suasana saat kapal bertolak. Selanjutnya, pada pukul 18.13 WIB, Herianto mengirimkan foto Gunung Anak Krakatau ke dalam grup percakapan dengan menyertakan pesan singkat bertuliskan "aman".

"Beliau sempat mengirimkan video pemberangkatan ke saya di jam 13.53 WIB. Terakhir dia ngasih kabar melalui pesan di grup. Yang terkirim itu di jam 18.13 WIB dia kirim foto Gunung Anak Krakatau dan dia bilang aman." ucap Yandi.

Pesan tersebut dimaksudkan untuk memberi tahu rekan-rekannya bahwa rombongan telah tiba di lokasi dalam kondisi selamat.

Namun, saat Yandi mencoba merespons pesan di grup tersebut, tidak ada tanggapan. Yandi kemudian mencoba menghubungi Herianto secara personal pada pukul 18.28 WIB, tetapi pesan tersebut hanya menunjukkan indikator centang satu.
 



Sebelum bertolak, jurnalis Antara, Bagus, juga sempat berkontak dengan Yandi sekitar pukul 13.00 WIB. Bagus menanyakan kemungkinan untuk menginap (stay) atau turun di daratan sekitar Gunung Anak Krakatau, seperti Pulau Sertung.

"Mas Bagus sempat menanyakan soal adakah kemungkinan dia turun ke pulau di sana, karena dia rencananya mau bawa kamera yang memang harus menggunakan tripod sementara di kapal sudah pasti goyang."

Rencana tersebut disiapkan guna memudahkan pengambilan gambar menggunakan kamera bertripod agar gambar tidak goyang seperti di atas kapal, sekaligus melihat peluang menerbangkan drone. Menanggapi hal itu, Yandi telah mengingatkan agar rombongan bertindak kondisional dan tidak mengambil risiko berbahaya.

"Dia juga sempat menanyakan soal kemungkinan menaikan drone. Tapi pertanyaan-pertanyaan Bagus ke saya itu saya jawab tidak memberikan kepastian bisa dan tidaknya, karena saya tidak bisa menjamin keamanan (di lokasi). Jika memang tidak memungkinkan, jangan ambil risiko, itu pesan saya ke Bagus sebelum ia berangkat." jelas Yandi.

Mengenai status "aman" yang dikirimkan Herianto, Yandi menduga hal tersebut didasarkan pada penilaian Herianto yang melihat aktivitas erupsi mulai mereda, serta anggapan bahwa rombongan tetap berada di luar radius bahaya 3 kilometer dari kawah aktif.

(Nopita Dewi)


Close Ads X
Close Ads X