Presiden Minta Pemerintah Daerah Semakin Dekat dengan Rakyat

2 February 2026 12:06

Dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah 2026, Presiden Prabowo memaparkan banyak negara menyebut Indonesia adalah 'The Impossible Nation' atau negara yang tidak mungkin. Presiden juga meminta pemerintahan semakin dekat dengan rakyat.

"Saya yakin aman dan saya yakin kita akan berhasil saudara-saudara banyak yang selalu menilai banyak dari luar, bangsa kita yang mengatakan bangsa Indonesia adalah bangsa yang tidak mungkin bersatu sebab beragamnya suku dan agama. 
Mereka tidak bisa bayangkan dan terusang aja kita sebagai pemerintahan dari tingkat terpusat sampai tingkat paling dekat sama rakyat," kata kepala negara dikutip dari Breaking News, Metro TV, Senin, 2 Februari 2026.

Presiden menegaskan agar pemerintahan memahami tugasnya dan menjadi pemimpin yang bekerja untuk kepentingan rakyat.
 


"Kita harus paham benar peran kita tugas kita sebagai pemerintahan sebagai pimpinan rakyat bangsa kita rakyat kita rakyat yang ingin hidup dalam ketenangan dan dalam keadaan harmonis. Mereka mendambakan pemimpin yang baik, yang adil, yang jujur, pemimpin yang bekerja untuk kepentingan rakyat semuanya bukan segelintir orang," ujarnya.

Ia menyebut negara-negara besar yang mengajarkan demokrasi justru melanggar hak asasi manusia (HAM). Prabowo menegaskan agar para pemimpin bersikap waspada dan memaknai perjuangan bangsa indonesia.

"Kita melihat sekarang negara-negara besar yang mengajarkan kita untuk demokrasi untuk hak asasi manusia untuk the rule of law untuk menjaga lingkungan hidup, (namun,) merekalah yang melanggar apa yang mereka ajarkan. Puluhan ribu wanita, orang tua, anak-anak tidak berdosa dibantai dan banyak negara yang diam," ucapnya.

"Di mana hak asasi manusia? Di mana demokrasi yang mereka ajarkan? Karena itu Saudara-saudara kita sebagai pemimpin kita harus waspada kita harus mengerti perjuangan bangsa yang puncaknya ada dalam proklamasi 17 Agustus 1945 dan dalam penyerahan kedaulatan kepada kita yang kita rebut dengan darah, keringat, dan air mata kita rebut melalui perjuangan ratusan tahun," katanya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Diva Rabiah)