Prabowo Sebut Banyak Negara Meragukan Rakyat Indonesia Dapat Bersatu

Presiden Prabowo Subianto dalam Taklimat Presiden RI pada Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin, 2 Februari 2026. Dok. Tangkapan Layar

Prabowo Sebut Banyak Negara Meragukan Rakyat Indonesia Dapat Bersatu

Achmad Zulfikar Fazli • 2 February 2026 11:53

Jakarta: Presiden Prabowo Subianto menyebut banyak negara yang meragukan kekuatan bangsa Indonesia. Mereka tak percaya rakyat Indonesia bisa bersatu di tengah banyaknya perbedaan.

"Banyak yang selalu dari luar bangsa kita yang mengatakan bangsa Indonesia adalah bangsa yang tidak mungkin Indonesia is an impossible nation, how can so many ethnic groups, races, religion be united," ujar Prabowo dalam Taklimat Presiden RI pada Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin, 2 Februari 2026.

Prabowo menyampaikan banyak negara tidak bisa membayangkan dengan banyaknya suku bangsa, kelompok etnis, ras, dan agama, rakyat Indonesia tetap bisa hidup rukun dalam satu bangsa.

"Mereka tidak bisa membayangkan bagaikan negara yang sekian banyak suku bangsa, kelompok etnis, sekian ras, sekian agama besar, ratusan bahasa, bisa berkumpul bisa mengejar cita cita dalam satu kerangka negara kesatuan. Mereka tidak bisa bayangkan," tegas dia.
 

Baca Juga: 

Kerukunan Umat Beragama Diyakini Modal Mewujudkan Indonesia Emas 2045




Di samping itu, Prabowo menekankan para pemangku pemerintahan di tingkat pusat hingga daerah harus benar-benar paham dengan peran dan tugasnya. Pemerintah harus bisa menjadi pemimpin yang baik untuk rakyatnya.

Dia menegaskan rakyat Indonesia ingin hidup dalam keadaan harmonis. Mereka juga mendambakan sosok seorang pemimpin yang baik, adil, dan jujur.  

"Rakyat kita adalah rakyat yang baik, rakyat yang ingin hidup dalam ketenangan dan sealam keadaan yang harmonis, mereka berharap bahkan mereka mendambakan selalu pemimpin yang baik, pemimpin yang adil, pemimpin yang jujur, pemimpin yang bekerja untuk kepentingan rakyat semuanya, bukan segelintir orang. Bahkan mereka tidak suka pemimpin yang hanya memajukan kepentingan pribadinya saja," ujar dia.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Achmad Zulfikar Fazli)