18 August 2026 21:25
Harapan Rensiana Dua dan Yohanes Sil Tiket untuk menyambut anak pertama mereka harus berakhir dengan duka. Pasangan muda asal Desa Done, Kabupaten Sikka ini kehilangan bayi perempuan mereka pascagempa Flores bermagnitudo 7,7 pada 15 Agustus 2026.
Rensiana yang sebelumnya dirawat di RSUD dr. TC Hillers Maumere, sedianya menjalani operasi. Namun gempa membuat operasi tertunda. Saat guncangan terjadi, Yohanes menggenggam tangan istrinya dan membawanya keluar dari gedung rumah sakit.
Operasi baru dilakukan sehari kemudian. Namun bayi yang selama ini dinantikan keduanya tidak lagi bisa diselamatkan. Rensiana masih terbaring lemas di tenda darurat RSUD dr. TC Hillers Maumere didampingi suami dan keluarganya. Mereka harus menerima kehilangan yang paling sulit, anak pertama yang belum sempat mereka peluk.
“Operasinya jatuhnya hari Sabtu. Habis dokter bilang 'Bapak tunda lagi'. Lhat kondisinya, kalau jadi hari Minggu. Minggu sekitar jam sembilan atau jam tiga sore. Hasilnya hari Minggu sekitar jam sembilan baru terjadi operasi. Masih akhir operasi itu, hasil dari operasi, sebab anak meninggal dunia. Dia meninggal di dalam perut,” ungkap Yohanes dalam tayangan Primetime News Metro TV, Selasa, 18 Agustus 2026.
Sementara itu di Kecamatan Reo, Kabupaten Manggarai, guncangan gempa menghancurkan rumah-rumah warga dan fasilitas umum. Stefanus Cundawan, seorang korban gempa, menceritakan kepanikan luar biasa saat warga berusaha menyelamatkan diri melalui tangga gedung di tengah durasi guncangan yang singkat namun destruktif.
Kerusakan berat juga dilaporkan menimpa sejumlah tempat ibadah. Di wilayah Reo, bangunan gereja dan masjid mengalami retak pada dinding serta kerusakan struktur yang membuat bangunan tersebut tidak lagi aman digunakan. Meski demikian, warga terpantau tetap berupaya menjalankan ibadah di sekitar reruntuhan sebagai penguatan spiritual di tengah masa sulit.
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), jumlah warga NTT yang mengungsi akibat dampak gempa kini telah mencapai 40.040 jiwa. Pemerintah daerah bersama berbagai institusi terkait terus menyalurkan bantuan logistik dan medis menggunakan pesawat Hercules guna memenuhi kebutuhan dasar warga yang kini bertahan di tenda-tenda darurat.