Mensesneg Pastikan Pemerintah Bergerak Cepat Tangani Gempa NTT

15 August 2026 14:50

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyatakan bahwa pemerintah saat ini berada dalam kondisi siaga penuh untuk merespons situasi setelah gempa bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu 15 Agustus 2026. Ia memastikan bahwa fokus utama pemerintah saat ini adalah menjamin keselamatan masyarakat terdampak.

Prasetyo menyampaikan bahwa dirinya telah bergerak cepat melakukan koordinasi dengan berbagai instansi terkait. Mulai koordinasi dengan Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani, BNPB, hingga Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena. 

"Kami tadi pagi sudah melapor kepada bapak presiden (Prabowo Subianto) dan berkoordinasi dengan Menko PMK, Kepala Basarnas, serta Kepala BMKG. Sempat ada peringatan dini potensi tsunami, namun Alhamdulillah sudah dicabut. Meski ada kenaikan muka air di beberapa tempat, laporannya tidak terlalu besar," ujar Prasetyo dalam tayangan Breaking News Metro TV.

Pemerintah kini memprioritaskan operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) bagi warga yang terdampak. Mensesneg menginstruksikan tim di lapangan untuk segera melakukan penyisiran pada bangunan dan fasilitas publik yang mengalami kerusakan parah. 

Berdasarkan laporan awal, sejumlah fasilitas umum dilaporkan mengalami kerusakan signifikan, termasuk area perkantoran dan pelabuhan di Maumere.

"Ada laporan mengenai reruntuhan di beberapa bangunan, termasuk pelabuhan di Maumere dan beberapa kantor yang runtuh. Kami meminta tim segera mengecek apakah ada korban di reruntuhan tersebut," tambahnya.

Pemerintah Pusat telah menyiagakan dukungan bantuan di Pangkalan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta. Dukungan ini siap dikerahkan sewaktu-waktu jika diperlukan untuk memperkuat penanganan darurat di lokasi bencana.

Sejauh ini, tercatat sebanyak 45 kabupaten di wilayah NTT terdampak oleh guncangan gempa tersebut. Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan dan mengikuti instruksi dari otoritas setempat.

(Reno Panggalih Nuha Lathifah)


Close Ads X
Close Ads X