Pasukan Israel Serbu dan Ambil Alih Pusat Pelatihan UNRWA di Yerusalem Timur

26 August 2026 23:37

Pasukan Zionis Israel dilaporkan menyerbu dan mengambil alih Pusat Pelatihan Kalandia di Yerusalem Timur. Fasilitas ini dikelola oleh UNRWA (United Nations Relief and Works Agency), badan PBB yang menangani pengungsi Palestina.

Berdasarkan laporan media Palestina, tentara Israel menguasai seluruh kompleks dengan mengerahkan dua kendaraan militer. Dalam aksi tersebut, pasukan Zionis juga mengibarkan bendera mereka di halaman kantor UNRWA sebagai tanda penguasaan.

Sekitar 20 karyawan pusat pelatihan sempat ditangkap sebelum akhirnya diusir paksa dari lokasi. Selain itu, tentara Israel juga terlihat berjaga ketat di sekitar area dan memerintahkan warga sipil yang melintas untuk berbalik arah. Sebuah rekaman video menunjukkan seorang pria dengan tangan terborgol duduk di tanah di bawah pengawasan tentara.

Kecaman Keras Palestina dan UNRWA


Kementerian Luar Negeri Palestina mengutuk keras insiden ini. Pemerintah Palestina menyebut serangan tersebut sebagai tantangan baru bagi upaya internasional dalam menangani krisis pengungsi di wilayah Gaza dan Yerusalem.

Senada dengan itu, UNRWA mengecam tindakan militer tersebut. Direktur Urusan Tepi Barat UNRWA, Roland Friedrich, menyatakan bahwa penyerbuan ini merupakan pelanggaran berat terhadap hak istimewa dan kekebalan PBB.

"Pasukan yang relatif besar, antara 50 hingga 70 anggota keamanan Israel, memasuki kompleks secara paksa. Ada 20 staf di lokasi saat itu, dan mereka sempat ditahan sementara," kata Roland Friedrich, dikutip dari tayangan Metro Hari Ini, Metro TV, Rabu, 26 Agustus 2026.

Roland juga menambahkan bahwa pihaknya tidak menerima pemberitahuan resmi terkait penggeledahan dan penguasaan fasilitas diplomatik tersebut.
   

Fasilitas Pelatihan Tertua


Pusat Pelatihan Kalandia merupakan fasilitas pendidikan kejuruan tertua milik UNRWA yang telah beroperasi selama lebih dari tujuh dekade. Fasilitas ini menjadi tumpuan terakhir bagi layanan UNRWA di Yerusalem Timur setelah serangkaian penutupan kantor pusat, fasilitas kesehatan, dan sekolah oleh pihak Israel.

Setiap tahunnya, pusat pelatihan ini memberikan pendidikan teknis dan kejuruan bagi sekitar 340 anak muda Palestina berusia 15 hingga 19 tahun. Program pelatihan meliputi keterampilan tukang kayu, mekanik otomotif, hingga desain grafis guna membekali generasi muda Palestina dengan keahlian praktis untuk masa depan mereka.

(Nopita Dewi)


Close Ads X
Close Ads X