Kabut Asap Karhutla Kepung Banjarbaru, 10 Penerbangan Terganggu

27 August 2026 10:25

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan kian mengkhawatirkan. Kabut asap tebal kini menyelimuti Kota Banjarbaru dan sekitarnya, mengakibatkan gangguan serius pada sektor transportasi udara, pendidikan, hingga kesehatan masyarakat.

Dikutip dalam tayangan Breaking News Metro TV, Kamis, 27 Agustus 2026, di Bandara Syamsudin Noor, sebanyak 10 penerbangan dilaporkan terdampak. Gangguan ini terdiri dari enam jadwal keberangkatan dan empat kedatangan yang mengalami penundaan hingga beberapa jam. Jarak pandang di area bandara turun drastis hingga hanya 200 meter pada pagi hari. Asap bahkan sempat masuk ke dalam gedung terminal melalui celah bangunan.

Sektor Pendidikan Lumpuh

Merespons kondisi udara yang tidak sehat, Pemerintah Kota Banjarbaru mengambil langkah cepat dengan memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi seluruh satuan pendidikan selama sepekan, terhitung sejak 24 hingga 28 Agustus 2026.

Sementara itu, di Kota Banjarmasin, aktivitas sekolah tetap berjalan namun jam masuk diundur menjadi pukul 09.00 WITA untuk menghindari paparan asap tebal yang biasanya muncul pada pagi hari. Berdasarkan pantauan, asap cenderung menebal pada pukul 07.00 hingga 08.00 pagi dan mulai menghilang saat siang hari.
 



Kasus ISPA Melonjak Tajam

Dampak kesehatan mulai terasa nyata. Data Dinas Kesehatan menunjukkan lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang signifikan. Pada minggu ke-28, tercatat sebanyak 5.319 kasus, namun angka tersebut melonjak menjadi 8.458 kasus pada minggu ke-32.

Data BPBD Kalimantan Selatan mencatat situasi darurat dengan rincian sebagai berikut:

  • Titik Hotspot: 12.791 titik.
  • Kejadian Karhutla: 2.019 kasus.
  • Luas Lahan Terbakar: 9.943 hektare.

Upaya Penanganan

Pemerintah saat ini terus berupaya melakukan pemadaman melalui jalur darat dengan pompa air dan jalur udara menggunakan water bombing. Sebagai langkah perlindungan warga, pemerintah juga mulai membagikan masker secara gratis serta menyediakan "Rumah Oksigen" bagi masyarakat yang mengalami sesak napas akibat kabut asap.

Hingga berita ini diturunkan, warga diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan dan selalu menggunakan masker medis jika harus keluar rumah.

(Firny Firlandini Budi)


Close Ads X
Close Ads X