Pabrik Bioetanol Toyota di Lampung Ditargetkan Produksi 60 Ribu KL/Tahun

24 April 2026 17:26

Langkah Indonesia dalam mempercepat transisi energi terbarukan mendapat suntikan besar dari sektor swasta internasional. Toyota Group resmi menjalin kesepakatan investasi senilai Rp2,5 triliun untuk membangun pabrik bioetanol di Provinsi Lampung. Proyek strategis ini dijadwalkan akan memulai proses pembangunan atau groundbreaking pada kuartal III tahun ini.

Wakil Menteri Investasi sekaligus Wakil Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Todotua Pasaribu, mengungkapkan bahwa proyek ini merupakan hasil kolaborasi antara Pertamina New Renewable Energy (NRE) dengan mitra asal Jepang, yaitu Toyota Tsusho. Selain itu, proyek ini juga melibatkan lembaga riset dan pengembangan (R&D) khusus bioetanol dari Jepang untuk memastikan efisiensi teknologi yang digunakan.
 

Baca juga: Proyek Bioetanol Lampung Memasuki Tahap Baru

Melalui investasi ini, Indonesia diproyeksikan mampu menambah kapasitas produksi bahan bakar terbarukan hingga 60.000 kiloliter (KL) per tahunnya. Kehadiran pabrik ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Pemilihan Lampung sebagai lokasi pembangunan bukan tanpa alasan. Provinsi ini dinilai memiliki keunggulan strategis dalam hal ketersediaan bahan baku (feedstock). Pemerintah dan Toyota Group saat ini tengah mempersiapkan berbagai sumber bahan baku yang mencakup tebu, ubi, singkong, sorgum dan aren.

"Kenapa Lampung? Karena Lampung adalah salah satu provinsi yang sangat kuat untuk feedstock suplainya terhadap etanol ini," tambah Todotua.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggie Meidyana)