Desakan Mundur PM Inggris Keir Starmer Menguat

12 May 2026 19:12

Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, kini tengah berada di ujung tanduk usai menyampaikan pidato penting di Downing Street. Tekanan agar dirinya segera menanggalkan jabatan justru semakin menguat. 

Dikutip dari tayangan Metro Siang Metro TV, Selasa 12 Mei 2026, terlihat iring-iringan kendaraan Keir Starmer meninggalkan kantornya di London pada Senin, 11 Mei waktu setempat. Kepergiannya terjadi usai penyampaian pidato krusial terkait desakan mundur yang terus mengalir deras.

Tekanan ini dipicu oleh hasil buruk partainya pada pemilihan lokal pekan lalu, serta lonjakan dukungan terhadap partai anti-imigrasi Reform UK. Starmer juga dihantam sejumlah persoalan dan juga skandal, seperti skandal berkepanjangan yang melibatkan mantan Duta Besarnya untuk Amerika Serikat terkait kasus Epstein, serta perselisihan mengenai kekacauan imigrasi, layanan publik yang buruk, biaya hidup yang melonjak, dan perseteruan publiknya dengan Presiden Donald Trump

Sebelumnya, dalam pidatonya, Starmer berjanji membuktikan pemerintahannya masih mampu membawa perubahan setelah Partai Buruh mengalami hasil buruk dalam pemilu lokal.

Starmer juga menegaskan pemerintah akan menghadapi berbagai tantangan besar, namun tetap akan mengembalikan harapan masyarakat. Ia juga menyatakan Inggris akan mempererat hubungan dengan Uni Eropa setelah Brexit.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Reno Panggalih Nuha Lathifah)