Warga Gaza Bertahan Hidup di Tenda Tak Layak

4 May 2026 14:49

Ratusan ribu warga kini harus bertahan hidup di tenda-tenda darurat yang tidak layak di tengah ancaman kelaparan dan serangan hama. PBB memperkirakan butuh waktu 10 tahun dan biaya lebih dari USD70 miliar untuk memulihkan kembali wilayah yang telah lumpuh total tersebut.

Kehidupan sehari-hari di kamp darurat masih diwarnai kelangkaan pangan dan cuaca ekstrem. Sabah Makruf, seorang pengungsi berusia 63 tahun menunjukkan kondisi tendanya yang rusak parah. Tak hanya robek, tenda-tenda ini kini diserbu tikus dan serangga yang menggerogoti kain tipis hingga persediaan makanan yang sudah sangat terbatas.
 

Baca juga: Hamas Sebut Israel Kini Kuasai 62 Persen Gaza usai Perluas Garis Kontrol


Untuk bertahan hidup, warga bergantung sepenuhnya pada dapur umum. Dengan bahan bakar yang minim, sebagian pengungsi terpaksa membakar sampah plastik hingga potongan pakaian hanya untuk memanaskan air.

Data terbaru dari PBB dan Uni Eropa menyebut ekonomi Gaza telah menyusut 84 persen dengan 371 ribu rumah hancur. Proses rekonstruksi diperkirakan menelan biaya USD70 miliar atau sekitar Rp1.100 triliun, dengan waktu pemulihan diperkirakan mencapai satu dekade.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Nopita Dewi)