Siti Yona Hukmana • 10 February 2026 22:50
Kuasa hukum Roy Suryo cs, Refly Harun merespons salinan ijazah Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) yang diterima pengamat kebijakan publik, Bonatua Silalahi tanpa sensor. Refly mengaku telah melihat ijazah tersebut.
Refly mengatakan pihaknya langsung melakukan rapat konsolidasi bersama saksi dan ahli. Bonatua adalah salah satu ahli yang akan diajukan untuk diperiksa penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya dalam waktu dekat.
"Karena dia kan peneliti, peneliti independen yang meneliti mengenai ijazah dan dokumen-dokumen pendidikan Pak Jokowi kan sebenarnya ya, kurang lebih. Dan dia untuk mendapatkan salinan dokumen yang tanpa sensor itu perlu menempuh upaya yang luar biasa kan. Menggugat ke KIP, Komisi Informasi Pusat, sampai bahkan ke Mahkamah Konstitusi segala," kata Refly di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa, 10 Februari 2026.
Putusan sidang di Mahkamah Konstitusi menyatakan salinan ijazah itu adalah dokumen publik yang tidak boleh ditutupi. Sebelumnya, ada sembilan item yang ditutupi dan semua sudah dibuka, maka itu Bonatua mendapatkan salinan yang resmi.
Refly menyebut salinan ijazah Jokowi itu seharusnya sama dengan ijazah yang diserahkan Jokowi kepada penyidik dan diperlihatkan pada 15 Desember 2025 saat gelar perkara khusus di Polda Metro Jaya. Ijazah itu juga harus sama dengan ijazah yang diberikan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 2014 dan 2019.
Di sisi lain, ijazah yang dikantongi Bonatua Silalahi disebut sama dengan ijazah yang diunggah Kader PSI Dian Sandi di media sosial. Bedanya hanya yang diunggah Dian berwarna dan yang dipegang Bonatua Silalahi tidak berwarna atau fotokopi.
Refly menyebut terhadap ijazah itu telah dilakukan penelitian oleh Roy Suryo, Rismon Hasiholan Sianipar, dan Dokter Tifauziah Tyassuma. Kesimpulannya adalah 99,9 persen palsu.
"Nah, jadi apa yang didapatkan Bonatua ini memperkuat bahwa apa yang diteliti Roy Suryo, Rismon Sianipar, dan Tifa Uzziah Tiasumam adalah barang yang diserahkan pada waktu pendaftaran sebagai presiden 2014 dan 2019. Dan itu menurut penelitian, hasil penelitian sekali lagi itu palsu, 99,9 persen palsu kata Roy Suryo," pungkas Refly Harun.