Thomas Djiwandono dilantik sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia di Mahkamah Agung pada hari ini, Senin, 9 Februari 2026. Ia resmi menggantikan Juda Agung yang telah mengundurkan diri dari Bank Indonesia (BI).
Dalam fit and proper test yang dilakukan Komisi XI DPR bersama dengan Thomas Djiwandono, ada beberapa sinergi yang akan dilaksanakan oleh Thomas. Yang pertama terkait sinergi fiskal dan moneter, Thomas saat itu menekankan pentingnya keselarasan antara kebijakan fiskal atau pemerintah dan moneter sebagaimana pengalamannya sebagai wakil menteri keuangan dianggap sebagai modal yang kuat untuk menjembatani kedua otoritas.
"Saya berjanji bahwa saya untuk menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia, langsung atau tidak langsung dengan nama dan dalih apa pun, tidak memberikan atau menjanjikan untuk memberikan sesuatu kepada siapa pun juga. Saya berjanji bahwa saya dalam melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatan ini tidak akan menerima langsung atau tidak langsung dari siapa pun juga sesuatu janji atau pemberian dalam bentuk apa pun," ucap Thomas dalam sumpahnya harai ini, Selasa, 9 Februari 2026.
"Saya berjanji bahwa saya akan melaksanakan tugas dan kewajiban Deputi Gubernur Bank Indonesia dengan sebaik-baiknya dan penuh rasa tanggung jawab. Saya berjanji bahwa saya akan setia terhadap negara, konstitusi, dan haluan negara. Kiranya Tuhan menolong saya," sambungnya.