Kasus Polio hingga Difteri Kembali Muncul, IDAI Soroti Rendahnya Cakupan Imunisasi

14 June 2026 22:27

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengungkap bahwa kondisi kesehatan anak di Indonesia saat ini mulai menunjukkan adanya peningkatan jika dibandingkan dengan masa lampau. Meski demikian, kemajuan tersebut dinilai belum terlalu signifikan apabila disandingkan dengan capaian tingkat kesehatan di negara-negara tetangga.

Ketua Umum IDAI, Piprim Basarah Yanuarso, memaparkan bahwa salah satu indikator belum optimalnya capaian tersebut adalah angka kematian bayi dan balita di Indonesia yang masih tergolong tinggi. Di samping itu, Indonesia juga masih harus menghadapi tantangan besar berupa ancaman penyakit infeksi mematikan yang sebenarnya sangat mungkin dicegah melalui program imunisasi.

"Kesehatan anak Indonesia tentu saja dibanding dahulu sudah ada peningkatan. Walaupun memang belum signifikan apabila dibandingkan dengan negara-negara tetangga kita. Misalkan, angka kematian bayi dan balita masih tinggi," ungkap Piprim dikutip dari tayangan Headline News, Metro TV, Minggu 14 Juni 2026.

Lebih lanjut, IDAI memberikan sorotan tajam terhadap kemunculan kembali kasus-kasus penyakit menular di sejumlah daerah. Penyakit yang sebelumnya sudah mulai terkendali seperti difteri, pertusis, polio, hingga campak kini kembali merebak. Hal ini terjadi sebagai akibat langsung dari menurunnya cakupan imunisasi di tengah masyarakat, yang turut diperparah oleh masih adanya keraguan dari sebagian orang tua terhadap program vaksinasi anak.

Piprim menegaskan bahwa peningkatan cakupan imunisasi di seluruh pelosok daerah sangat krusial dan terbukti mampu menekan angka kejadian penyakit-penyakit berbahaya tersebut.

"Kita masih menghadapi penyakit infeksi, munculnya lagi berbagai penyakit yang sebetulnya bisa dicegah dengan imunisasi seperti difteri, pertusis, bahkan polio dan campak. Ini bermunculan kembali karena cakupan imunisasi yang sangat rendah karena akibat banyak orang tua yang ragu," paparnya mempertegas situasi di lapangan.

Selain darurat penyakit infeksi, IDAI juga mengingatkan adanya tantangan dari sektor penyakit tidak menular yang masih terus dihadapi oleh anak-anak Indonesia. Masalah gangguan tumbuh kembang atau stunting, kondisi gizi kurang, hingga kasus gizi buruk masih menjadi pekerjaan rumah yang sangat besar bagi pemerintah.

(Sofia Zakiah)