.,
4 January 2026 19:06
Hari Minggu, 4 Januari 2026, menjadi hari terakhir masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), sekaligus diprediksi sebagai puncak arus balik masyarakat menuju Jakarta. Berdasarkan data terbaru, volume kendaraan pada periode libur Nataru tahun ini meningkat 3,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Dari total prediksi 2,9 juta kendaraan yang meninggalkan Jakarta, tercatat sekitar 2,5 juta kendaraan telah kembali. Hal ini berarti masih tersisa sekitar 190 ribu hingga 200 ribu kendaraan yang akan kembali menuju Ibu Kota pada Minggu malam. Pergerakan kendaraan pun sudah mulai terlihat sejak Sabtu, 3 Januari 2026, malam.
Sejumlah titik krusial menjadi fokus pengawasan, terutama KM 66 yang merupakan titik pertemuan beberapa jalur tol dan rawan kemacetan jika terjadi lonjakan arus. KM 70 di Gerbang Tol Cikatama juga menjadi perhatian. Jika kepadatan meningkat, contraflow berpotensi diberlakukan satu hingga dua lajur mulai dari KM 70 hingga KM 47, menyesuaikan kondisi lalu lintas di lapangan.
Sebagian besar kendaraan yang diprediksi kembali hari ini berasal dari arah Trans Jawa dan Bandung. Sementara itu, arus dari arah Sumatra relatif tidak terlalu tinggi. Adapun, lonjakan kendaraan diperkirakan berasal dari kawasan wisata Puncak, Bogor, yang hingga kemarin masih ramai dikunjungi wisatawan.
Untuk mengantisipasi kepadatan, pihak Polri telah menambah jumlah personel di titik-titik rawan kemacetan, baik di jalan tol, jalur arteri, kawasan wisata, hingga area penyeberangan. Petugas juga menyiapkan langkah mitigasi apabila terjadi cuaca ekstrem atau gangguan lainnya.
Rekayasa lalu lintas yang paling sering diterapkan adalah contraflow di tol Jakarta–Cikampek. Pemberlakuan contraflow dilakukan berdasarkan traffic counting di KM 50. Jika volume kendaraan mencapai 3.600 kendaraan per jam secara berturut-turut, contraflow satu lajur akan diterapkan. Jika mencapai 5.500 kendaraan per jam, contraflow dapat diberlakukan dua lajur.
Sementara itu, peluang diberlakukannya sistem one way dinilai kecil karena volume kendaraan pada libur Nataru jauh lebih rendah dibandingkan periode arus mudik Lebaran. Pada jalur arteri dan kawasan wisata, rekayasa yang paling banyak diterapkan adalah one way lokal dan pengalihan arus secara situasional. Petugas gabungan pun akan terus bersiaga untuk memastikan kelancaran dan keamanan arus balik, mengingat masyarakat sudah kembali beraktivitas mulai Senin, 5 Januari 2026.
(Nada Nisrina)