Ingatan Korban Keracunan MBG Masih Lemah

10 September 2026 21:21

Medan: Hampir satu bulan usai diduga mengalami keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 13 Agustus lalu di Kabupaten Karo, Sumatra Utara, kondisi Febi Purba dilaporkan belum juga pulih. Hingga saat ini, Febi masih mengalami kelemahan fisik, lemas, belum mampu berdiri sendiri, serta mengalami kesulitan berbicara. 

Febi didampingi ibunya, Elvinus Luciana Sitangga, mendatangi Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik, Medan, untuk mengetahui hasil pemeriksaan dari tiga dokter spesialis, yakni spesialis psikiatri, neurologi anak, dan gastro-anak. Sebelum pemeriksaan ini, pihak keluarga menyebut Febi sempat mengalami hilang ingatan

Elvinus mengaku tidak puas dengan hasil pemeriksaan medis yang disampaikan oleh tim dokter. Menurutnya, dokter menyampaikan bahwa berdasarkan hasil analisis sementara, belum ditemukan indikasi penyakit pada tubuh Febi. 

"Kata dokternya enggak ada penyakit, tapi masa bisa anakku seperti itu pikiranku. Jadi aku enggak puaslah sama hasil yang disampaikan dokter. Tapi kan kata dokter sewaktu nanti dia kejang, ya kan ada waktunya observasi di rumah, sewaktu dia nanti pas kejang di rumah, ya diambil video ke dokter biar tahu dokternya memberikan obat," ujar Elvinus dalam tayangan Primetime News Metro TV, Kamis 10 September 2026. 

Lantaran merasa heran melihat kondisi anaknya yang masih lemas dan bermasalah, pihak keluarga berencana mencari jalur pengobatan alternatif atau tradisional di samping melakukan observasi mandiri di rumah. 

"Nah rencana ini, maksud kami bikinlah mau pengobatan apa aja, tradisional gitu ya," tambahnya. 

Hingga saat ini, Febi  masih menjalani rawat jalan dan observasi lanjutan. Tim dokter masih memantau perkembangan kondisi kesehatan Febi. 

Manajer Hukum dan Humas RS Adam Malik, Rosario Dorothy Simanjuntak, menjelaskan bahwa kondisi Febi saat ini tergolong stabil sehingga hanya memerlukan penanganan rawat jalan. 

"Kondisinya kan stabil ya, kondisi pasien itu stabil. Jadi saat ini memang yang diperlukan hanya rawat jalan saja. Masih lanjut, dan sepertinya memang untuk jangka waktu yang cukup lama," ucap Rosario. 

Selain pemeriksaan spesialis, pasien juga telah menjalani pemeriksaan Elektroensefalografi (EEG) untuk mendeteksi adanya gangguan fungsi otak. 

"Per hari ini pasien sudah menjalani pemeriksaan EEG untuk mendeteksi adanya gangguan fungsi otak. Rumah Sakit Adam Malik juga tetap berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi dalam hal penanganan pasien Febi. Segala pemeriksaan dan hasil-hasil pemeriksaan juga rencana pemeriksaan tetap kita koordinasikan dan laporkan ke Dinas Kesehatan Provinsi," kata Rosario. 

(Reno Panggalih Nuha Lathifah)


Close Ads X
Close Ads X