8 August 2026 09:23
Jakarta: Pihak yayasan sekolah swasta di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, mengaku tidak mengetahui keberadaan 995 pucuk senjata api (senpi) yang ditemukan di lingkungan sekolah. Pihak yayasan menegaskan pengurus yang saat ini menjalankan operasional sekolah merupakan pengurus baru.
“Pengurus ini yang sekarang menjalankan operasional sekolah adalah pengurus baru. Jadi kami itu tidak tahu apa-apa tentang keberadaan senjata, kecuali pada saat ditemukan senjata itu,” ujar Kuasa Hukum Yayasan, Hermawanto, dalam tayangan Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Sabtu 8 Agustus 2026.
Ia mengatakan pengurus baru saja mengetahui keberadaan ratusan senjata tersebut setelah ruangan yang sebelumnya dikunci dibuka dan dilakukan pemeriksaan. Ia menyebut keberadaan senjata tidak pernah diketahui oleh pengurus saat ini.
“Seandainya tidak ada sengketa, mungkin senjata itu masih ada di sini. Kami itu pihak pengurus baru tidak mengetahui sama sekali keberadaan senjata itu sampai kami menemukannya,” kata Hermawanto.
Hermawanto juga menegaskan pihak sekolah tidak mengetahui adanya kegiatan ekstrakurikuler menembak. Menurutnya, berdasarkan informasi dari guru-guru yang telah lama mengajar di sekolah tersebut, tidak pernah ada kegiatan ekskul menembak.
“Kami informasikan berdasarkan informasi dari para guru-guru yang sudah lama di sini, bahwa di sekolah ini tidak pernah ada ekstrakurikuler menembak,” ujarnya.
Sebelumnya, polisi menemukan 995 pucuk senjata di salah satu ruangan sekolah. Temuan tersebut terdiri dari ratusan airsoft gun yang hingga kini masih didalami asal-usul, kepemilikan, serta legalitasnya.
Sementara itu, pihak PT Lokta Karya Perbakin menyatakan ratusan airsoft gun tersebut merupakan stok untuk persiapan kegiatan ekstrakurikuler menembak dan panahan sekolah sejak 2021. Pihak perusahaan juga menyebut senjata tersebut memiliki izin resmi dari kepolisian.
Polisi masih mendalami keterangan dari pihak-pihak terkait untuk memastikan asal-usul dan tujuan penyimpanan ratusan senjata tersebut.