BNPB Ungkap 3 Kendala Pemadaman Karhutla Bromo

Metro TV • 11 August 2026 17:40

Jakarta: Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di kawasan Bromo, Jawa Timur, masih berlangsung hingga Selasa, 11 Agustus 2026 siang. Proses penanganan menghadapi sejumlah kendala yang membuat pemadaman api belum dapat dilakukan secara maksimal.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto menyebut terdapat tiga faktor utama yang menjadi kendala dalam proses pemadaman, yakni kondisi medan, keterbatasan sumber air, serta cuaca.

3 Kendala Pemadaman Karhutla Bromo

1. Medan Terjal

Kondisi medan menjadi salah satu tantangan terbesar bagi tim pemadam di lapangan. Sejumlah titik api berada di kawasan dengan kemiringan sangat curam sehingga sulit dijangkau pasukan darat.

Suharyanto mengatakan kemiringan medan di sejumlah lokasi bahkan mencapai sekitar 80 derajat. Kondisi tersebut juga menjadi pertimbangan keselamatan bagi personel yang melakukan pemadaman.

“Pertama medan, jelas. Kalau kita lihat, apinya ada di ketinggian, sudutnya sampai 80 derajat. Jadi pasukan darat kan tidak bisa naik sampai ke atas. Ini juga menyangkut keselamatan jiwa,” Letjen TNI Suharyanto.
   

2. Sumber Air Terbatas

Kendala berikutnya adalah keterbatasan sumber air. Menurut Suharyanto, salah satu sumber air yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung proses pemadaman berasal dari Ranu Pane.

“Yang kedua, sumber airnya tidak banyak. Jadi hanya yang bisa diambil di Ranu Pane. Ya itu, kendalanya itu,” katanya.

Kondisi tersebut membuat distribusi air ke lokasi kebakaran menjadi salah satu tantangan dalam upaya pemadaman, terutama pada titik-titik yang sulit dijangkau.

3. Cuaca Belum Mendukung

Faktor ketiga adalah kondisi cuaca. Hujan dinilai dapat membantu mempercepat proses pemadaman karena mampu membasahi area yang terbakar secara lebih luas.

Namun, kondisi cuaca saat ini belum memungkinkan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) secara langsung. Berdasarkan informasi dari BMKG, terdapat potensi awan hujan pada sekitar 14-16 Agustus atau 18 Agustus. Menurutnya, hujan akan membuat proses penanganan kebakaran menjadi lebih efektif dan efisien.

“Nah, penjelasan dari BMKG ada potensi awan hujan tanggal 14 sampai 16 Agustus katanya, atau tanggal 18. Ini kalau memang betul-betul ada, nanti kita akan lakukan operasi modifikasi cuaca untuk supaya datang hujan,” jelas Letjen TNI Suharyanto.

Di tengah proses pemadaman yang masih berlangsung, luas lahan yang terdampak karhutla di kawasan Bromo tercatat mencapai sekitar 889 hektare. Area terdampak tersebar di empat wilayah, yakni Kabupaten Probolinggo, Lumajang, Malang, dan Pasuruan.

Pemerintah dan tim gabungan masih melakukan berbagai upaya untuk mengendalikan titik-titik api. Penanganan terus dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi medan, ketersediaan sumber air, serta perkembangan cuaca di kawasan terdampak.

(Zein Zahiratul Fauziyyah)


Close Ads X
Close Ads X