Drone Iran Hantam Kilang dan Fasilitas Bahan Bakar Israel di Haifa

11 March 2026 22:43

Angkatan Darat Republik Islam Iran mengumumkan bahwa unit drone mereka telah melancarkan serangan udara terhadap fasilitas vital milik rezim Zionis Israel di Haifa. Serangan yang menyasar kilang minyak, gas, serta fasilitas penyimpanan bahan bakar tersebut diklaim sebagai bentuk balasan langsung atas agresi Amerika Serikat dan Zionis terhadap depot minyak nasional Iran.

Angkatan Darat Iran mengungkapkan bahwa para prajurit pemberani telah menggunakan drone peledak untuk menghancurkan infrastruktur energi di Haifa. Teheran menegaskan bahwa operasi pembalasan ini merupakan bagian dari pertempuran berkelanjutan melawan apa yang mereka sebut sebagai kebatilan, dan berjanji akan terus melanjutkan aksi militer hingga mencapai kemenangan akhir.

"Para prajurit pemberani Angkatan Udara Republik Islam Iran, sebagai respons atas serangan terhadap depot minyak Iran, telah menargetkan kilang minyak, fasilitas gas, serta cadangan bahan bakar milik rezim Zionis di Haifa dengan menggunakan drone bunuh diri," ucap Juru Bicara Markas Pusat Khatam Al-Anbiya, Ebrahim Zolfaghari.
 

Baca juga:
Ancaman Rudal Iran Paksa Operasi Dua Ladang Gas Utama Israel Dihentikan

Serangan ini merupakan bagian dari operasi militer yang lebih luas bertajuk "True Promise" atau Janji Sejati 4. Selain menyasar wilayah Haifa, rudal dan drone Iran dilaporkan masih terus menargetkan berbagai pangkalan militer Amerika Serikat yang tersebar di kawasan Teluk Arab. Pihak Iran mengklaim bahwa serangan balasan tersebut telah mengakibatkan sekitar 650 tentara Amerika Serikat tewas dan terluka.

Hingga saat ini, terdapat perbedaan data yang signifikan mengenai jumlah korban di pihak Amerika Serikat. Meski Iran mengeklaim angka korban yang sangat tinggi, pemerintah Amerika Serikat belum mengonfirmasi jumlah total tentara yang menjadi korban secara menyeluruh. Washington sejauh ini hanya mengonfirmasi bahwa terdapat tujuh tentara Amerika Serikat yang tewas dalam rangkaian serangan tersebut.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Sofia Zakiah)