Iran kerahkan berbagai rudal untuk menyerang Israel. Foto: EFE
Ancaman Rudal Iran Paksa Operasi Dua Ladang Gas Utama Israel Dihentikan
Muhammad Reyhansyah • 11 March 2026 20:10
Haifa: Operasi di dua ladang gas utama Israel di Laut Mediterania timur dilaporkan dihentikan, karena kekhawatiran keamanan terkait potensi ancaman rudal dan drone dari Iran.
Media Israel, termasuk Yedioth Ahronoth dan Channel 12 News, melaporkan bahwa aktivitas di ladang gas Leviathan dan Karish telah dihentikan sepenuhnya.
Mengutip PressTV, Rabu, 11 Maret 2026, laporan tersebut menyebut ancaman dari rudal dan drone Iran yang meningkatkan risiko keamanan di wilayah udara kawasan memaksa perusahaan mengevakuasi pekerja serta menghentikan kegiatan pengeboran dan produksi gas.
Ladang Leviathan, yang ditemukan pada 2010 sekitar 130 kilometer di barat kota pelabuhan Haifa, merupakan ladang gas terbesar di Mediterania timur dengan cadangan sekitar 535 miliar meter kubik gas alam.
Analis ekonomi yang dikutip Yedioth Ahronoth memperingatkan bahwa jika penghentian operasi berlangsung lama, kondisi tersebut dapat menyebabkan pemadaman listrik di kota-kota besar Israel, penghentian industri yang membutuhkan energi besar, serta penurunan tajam ekspor gas ke Yordania dan Mesir.
Yordania, yang bergantung pada impor gas Israel untuk menghasilkan sekitar 80 persen listriknya, berpotensi menghadapi krisis energi jika gangguan pasokan terus berlanjut.
Eskalasi konflik meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari 2026.
Pasukan bersenjata Iran kemudian melancarkan serangan balasan besar-besaran yang menargetkan sejumlah sasaran strategis Amerika Serikat dan Israel di kawasan.
Beberapa target yang disebut termasuk lokasi di Tel Aviv, Yerusalem, serta kota Be'er Sheva yang dikenal sebagai pusat teknologi Israel.
Serangan tersebut juga dilaporkan menyasar aset militer Amerika Serikat di kawasan, termasuk kapal induk USS Abraham Lincoln dan sebuah kapal perusak AS di Samudra Hindia.