Waspada Lonjakan Campak, Menkes Imbau Warga Lengkapi Imunisasi Anak Sebelum Mudik

14 March 2026 17:20

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap lonjakan kasus campak yang terjadi menjelang masa mudik Lebaran 2026. Berdasarkan data terbaru, penyebaran penyakit ini telah terdeteksi di 12 provinsi di Indonesia.

Data dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) hingga pekan ke-17 tahun 2026 menunjukkan angka yang mengkhawatirkan. Tercatat sebanyak 8.224 kasus suspek, dengan 572 kasus terkonfirmasi, dan telah menyebabkan empat kematian.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa pemerintah tengah melakukan langkah proaktif dengan mempercepat program vaksinasi campak. Hal ini dilakukan sebagai upaya perlindungan dini sebelum pergerakan massa secara masif terjadi pada saat libur Lebaran.

"Kita mengejar ini kalau bisa sebelum Lebaran karena Lebaran kan bergerak masif orang-orang. Nah, kalau anak-anak ini terkena campak atau ada orang tua yang terkena campak kemudian bergerak, itu bisa menularkan yang lain," ujar Menkes Budi Gunadi Sadikin.
 

Baca juga: Kemenkes Klaim Kasus Campak Turun Tahun Ini

Saat ini, Kemenkes memfokuskan penetrasi imunisasi di 50 kabupaten/kota prioritas. Menkes menyebutkan bahwa dalam sepekan terakhir, pelaksanaan imunisasi di wilayah-wilayah tersebut berjalan dengan baik. Pemerintah menargetkan cakupan imunisasi minimal mencapai 95% untuk membentuk kekebalan kelompok (herd immunity) guna memutus rantai penyebaran di masyarakat.

Menkes meminta para orang tua untuk segera melengkapi status imunisasi putra-putri mereka, setidaknya dua minggu sebelum keberangkatan mudik. Imunisasi dinilai sebagai langkah paling efektif untuk melindungi anak-anak dari risiko komplikasi serius akibat penyakit campak.

"Untuk anak-anak yang mudik supaya tidak kena campak, segera imunisasi" pungkasnya.

Dengan adanya pergerakan masyarakat yang masif selama Lebaran, kelengkapan imunisasi menjadi kunci utama agar perjalanan mudik tetap aman dan tidak menjadi sarana transmisi penyakit bagi keluarga di kampung halaman.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggie Meidyana)