Jaksa Ungkap Nadiem Makarim Tak Percaya Pejabat Eselon dalam Kebijakan Chromebook

27 January 2026 17:06

Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejaksaan Agung (Kejagung) mengungkap bahwa eks Mendikbudristek, Nadiem Makarim, tidak melibatkan pejabat eselon I yang kompeten saat membuat kebijakan terkait pengadaan sistem Chromebook. Nadiem disebut justru lebih mempercayai orang-orang terdekatnya.

Jaksa menyebut Nadiem lebih mengandalkan lingkaran dekatnya dalam mengambil keputusan. Padahal, sejumlah pejabat di Kemendikbudristek memiliki kemampuan mumpuni untuk menguji pengadaan barang dan jasa berdasarkan kebutuhan rakyat Indonesia.

Nadiem juga dinilai menutup telinga dari imbauan sejumlah pakar yang menyebut bahwa kebijakan Chromebook tidak cocok dengan ekosistem pendidikan di Indonesia. Jaksa menyatakan bahwa Nadiem hanya mendengarkan saran dari pihak yang dikehendakinya, meski tidak kompeten.

Baca Juga :

Nadiem juga dinilai menutup telinga dari imbauan sejumlah pakar yang menyebut bahwa kebijakan Chromebook tidak cocok dengan ekosistem pendidikan di Indonesia. Jaksa menyatakan bahwa Nadiem hanya mendengarkan saran dari pihak yang dikehendakinya, meski tidak kompeten.

JPU pada Kejagung, Roy Riadi, mengungkap bahwa dugaan kejahatan yang dilakukan Nadiem merupakan white collar crime (kejahatan kerah putih).

"Adalah kejahatan yang sangat luar biasa seperti itu. Bagaimana seorang menteri dengan dana terbesar, tetapi tidak percaya pejabat eselon I dan eselon II-nya. Bahkan saya heran, seorang direktur pun tidak pernah bertemu dengan menterinya," ujar Roy.


(Nada Nisrina)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Sofia Zakiah)