Jakarta: Fenomena menarik di pasar komoditas, yaitu harga emas mencatatkan kenaikan yang signifikan dalam tiga tahun terakhir. Dimulai dari 2024, terus memperkuat tren sepanjang 2025, dan memasuki 2026, emas kembali mencetak rekor baru, mencerminkan peran emas sebagai perlindungan nilai di tengah dinamika ekonomi global.
Awal 2024 hingga 2026, emas menjadi sorotan investor karena konsisten masih menjadi safe haven asset di tengah ketidakpastian ekonomi global. Seberapa besar kenaikannya?
Pergerakan harga emas dunia 2024-2026
Harga emas dunia dari 2024 sampai 2026 tidak hanya naik, tetapi melonjak sekaligus beberapa level psikologis penting. Pada 2024 harga emas dunia sempat berada di USD2.600/troy ounce-nya, sementara pada 2025 melewati USD4.000/troy ounce. Dan di 2026 mencapai USD5.000/troy ounce.
Ini merupakan momentum terbesar dalam sejarah untuk komoditas emas.
Harga emas Antam
Sementara harga emas domestik, yaitu Antam juga menyerupai pergerakan harga emas dunia. Pada 2024 harga emas sebesar Rp1,2 juta/gram, sementara pada 2025 mencapai Rp2 juta/gram, dan awal 2026 naik signifikan di angka Rp2,6 juta/gram.
Penyebab harga emas naik siginifikan
Ada sejumlah faktor yang mempengaruhi harga emas naik signifikan secara global, yang diikuti trennya harga emas dalam negeri.
1. Ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global
Ketidakpastian ekonomi secara global membuat investor cenderung mencari aset yang aman saat falatilitas kembali meningkat.
2. Permintaan dari bank sentral dan lembaga keungan
Karena bank-bank sentral terus mengakumulasi emas sebagai difersifikasi mereka.
3. Ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed
Terkait suku bunga yang rendah memperlemah dolar AS. Dan saat ini emas lebih menarik di mata investor.
4. Krisis kredit dan tekanan inflasi
Ini yang menyebabkan kekhawatiran sehingga mendorong investasi emas sebagai lindung nilai.
Sumber: Redaksi Metro TV