Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan pengembangan transportasi publik melalui
Transjabodetabek terus dilakukan untuk memperluas akses masyarakat. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyebut layanan transportasi publik tidak membedakan asal identitas pengguna, termasuk warga di luar Jakarta.
"Saya tentunya mengutamakan siapa saja yang datang dan menggunakan transportasi publik Jakarta. Tidak membedakan, dan saya tidak pernah menanyakan orang itu naik transportasi publik pakai KTP apa, nggak pernah. Sehingga dengan demikian
KTP apa saja dan yang penting membayar dan 15 golongan juga kita gratiskan," ujar
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam tayangan
Metro Siang Metro TV, Rabu 1 Juli 2026.
Lebih lanjut, Pemprov DKI Jakarta menyatakan perluasan layanan Transjabodetabek menjadi kebutuhan seiring meningkatkan mobilitas masyarakat dari wilayah penyangga menuju Jakarta.
Dari yang awalnya dirancang untuk sekitar dua ribu penumpang, kini jumlah pengguna meningkat hingga sepuluh ribu penumpang pada akhir pekan. Dengan sebelas titik pemberhentian di wilayah Jakarta dan tiga belas titik pemberhentian di wilayah
Banten.