Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian Kementerian Pertanian (BPPSDMP Kementan), Idha Widi Arsanti, memimpin gerakan tanam serempak di lokasi cetak sawah rakyat yang terpusat di Kalimantan Selatan (Kalsel). Gerakan cetak sawah rakyat ini menargetkan luas tanam sekitar 10 ribu hektare yang tersebar di 17 provinsi.
Dalam program ini, Kementan memanfaatkan teknologi drone untuk menebarkan benih. Drone pertanian ini diyakini bisa menebarkan benih lebih mempercepat masa tanam secara signifikan, terutama di lahan rawa.
"Kami melakukan kegiatan percepatan tanam. Gerakan tanam serempak untuk kita bisa melakukan pertanaman di lahan-lahan yang sudah dicetak sawah rakyat ya," ujar Idha, dalam program Metro Pagi Primetime Metro TV, Jumat, 10 April 2026.
Selain meningkatkan produksi, percepatan tanam juga menjadi strategi untuk mengantisipasi dampak perubahan iklim. Termasuk potensi El Nino yang dapat mempengaruhi produksi pangan nasional.
"Diperkirakan akan terjadi
El Nino, di mana kita harus segera menyikapinya, antara lain ketika saat ini kita masih memiliki cukup cadangan air maka kita sangat berharap bahwa kegiatan pertanaman akan bisa segera kita lakukan, sehingga kita tidak kehilangan momentum pada saat nanti betul-betul dalam kondisi sedang kekurangan air. Maka kita sudah terlebih dahulu melakukan kegiatan pertanaman," ujar Idha.
Pada kesempatan itu, Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel, Syamsir Rahman, menjelaskan, realisasi cetak sawah sebesar 14 ribu hektare dari target 16 ribu hektare di Kalsel. Sementara untuk realisasi luas tanamnya mencapai 2.500 hektare.
"Nanti secara bertahap sampai Mei itu harus clear di 14 ribu hektare. Itu ada di beberapa kabupaten, di sembilan kabupaten, di seluruh Kalsel," kata Syamsir.
Gerakan tanam serempak ini melibatkan berbagai pihak mulai dari Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian, Pemerintah Daerah hingga penyuluh pertanian dan petani di berbagai wilayah. Gerakan ini juga menjadi bagian dari modernisasi pertanian dan regenerasi petani melalui pelibatan generasi muda khususnya Brigade Pangan dalam proses tanam.