29 May 2026 09:09
Krisis kesehatan di wilayah timur Republik Demokratik Kongo semakin mengkhawatirkan setelah jumlah kasus suspek Ebola dilaporkan menembus angka lebih dari 1.000 kasus. Berdasarkan laporan terbaru dari kementerian kesehatan setempat hingga Selasa waktu setempat, tercatat ada 1.077 kasus suspek yang muncul di tengah meluasnya penyebaran wabah di wilayah tersebut.
Sejak wabah ini resmi ditetapkan pada 15 Mei lalu, otoritas kesehatan telah mengonfirmasi 121 kasus positif, sementara angka kematian suspek telah mencapai 238 jiwa. Kecepatan penyebaran ini memicu kewaspadaan tinggi di level regional maupun internasional.
Wabah ini menyebar ke 13 zona kesehatan yang tersebar di tiga provinsi utama, yakni Ituri, Kivu Utara, dan Kivu Selatan. Dari ketiga wilayah tersebut, Provinsi Ituri diidentifikasi sebagai pusat penyebaran terbesar.
| Baca juga: Ebola Berstatus PHEIC, Pemerintah Diminta Fokus pada Langkah Preventif |