Eropa Pecahkan Rekor Suhu Terpanas, Warga Berebut Beli AC dan Kipas Angin

30 June 2026 13:31

Gelombang panas ekstrem yang melanda Eropa kini mencapai titik krusial. Di Paris, Prancis, misalnya. Suhu udara yang meroket di atas 40 derajat Celcius memicu masyarakat berebut membeli perangkat pendingin, seperti AC dan kipas angin.

Rak-rak supermarket kosong melompong menyisakan papan pengumuman kehabisan stok bagi para pembeli yang kecewa. Raksasa ritel Carrefour melaporkan rekor penjualan hingga 30 ribu unit kipas angin dalam sehari.

Di pinggiran kota Paris, sebuah toko diskon bahkan diserbu warga yang berebut AC murah hingga menyebabkan beberapa orang terluka.

Kondisi tak kalah memprihatinkan terjadi di Bukarest, Rumania. Di tengah peringatan kode merah, hampir 131 ribu siswa harus melaksanakan ujian kelulusan dalam ruang kelas yang pengap dengan suhu mencapai 42 derajat celcius.

"Hampir setiap hari, mereka bilang AC tidak berfungsi dan kelas jadi sangat panas. Sangat tidak nyaman untuk mencoba memikirkan apa yang sedang dipelajari, memproses informasi baru, sambil merasa sangat panas. Saya telah mendengar dari mahasiswa lain bahwa AC tidak berfungsi bagi mereka, jadi itu tidak sangat menyenangkan. Mereka tidak bisa konsentrasi dengan baik," ujar salah seorang Mahasiswa, Sabina, dalam tayangan Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Selasa 30 Juni 2026. 


Bergerak ke Eropa Tengah, gelombang panas ini bahkan memecahkan rekor seabad di Polandia. Di kota Slubice, suhu menembus 40,5 derajat Celcius, melampaui rekor nasional tertinggi yang bertahan sejak tahun 1921 silam. 

Pihak berwenang kini menyiagakan pemadam kebakaran guna mengantisipasi kebakaran hutan. Sementara di Hungaria, pemerintah menetapkan status darurat menyusul gelombang panas terparah dalam dua dekade.

Perdana Menteri Viktor Orban menginstruksikan seluruh lembaga sektor publik untuk beralih ke sistem kerja jarak jauh atau work from home, serta membatasi penggunaan air bersih dan kecepatan kereta api demi keselamatan publik. 

Selain Prancis, Rumania, Polandia, dan Hungaria, cuaca ekstrem ini juga dilaporkan mulai merembet ke Jerman dan Republik Ceko. Suhu ekstrem di sebagian wilayah Eropa Tengah diprediksi baru akan sedikit mereda pada pertengahan pekan ini.

(Reno Panggalih Nuha Lathifah)


Close Ads X
Close Ads X